BATAK

06/10/2010 at 12:03 (puisi)

Di atas Danau Toba
di sebelah Pulau Samosir
di dekat Gunung Sibayak
langit itu berselempang ulos
matahari oleng mabuk tuak
dan angin gemetar
menari tor-tor

“Aku merindukanmu, nak
aku merindukanmu pulang
membawa uang”
ratap seorang nenek yang
cucu-cucunya entah berada dimana

Hamparan kelapa sawit
petak-petak tembakau deli
gundukan bukit barisan
awan itu bergerak lamban
ditiup getaran seruling
dihalau petikan kecapi

Aku merindukanmu, bang
aku mengharapmu segera pulang
membawa uang
tangis seorang gadis yang
pacarnya mungkin masih di Pulau Jawa

Ulos, kelapa sawit
bukit barisan
ombak Danau Toba
gitar yang mabuk tuak

“Aku merindukanmu, Butet
aku ingin kau segera datang
membawa uang
rintih seorang ibu yang anak gadisnya
entah sejak kapan tak ada kabar beritanya”

Angin Danau Toba
lentingan kecapi
alunan bukit barisan
getaran seruling
dan kerinduan-kerinduan
itu menggumpal
terbungkus ulos.

1990

***

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: