SEORANG TUKANG SATE BERTANYA PADA TUHAN

09/02/2011 at 13:24 (puisi)

Tuhan,

mengapa daging kambing lebih mahal

daripada daging Kristus?

Tukang sate itu demam

ia mabuk asap

mabuk daging, mabuk kecap

mabuk sambal, mabuk merica

Tuhan,

mengapa daging kambing lebih enak

daripada daging Kristus?

Tuhan enggan menjawabnya

dan membiarkan tukang sate itu

terus bertanya-tanya

dan menebak-nebak jawabannya

sambil terus memotong-motong daging

menusuk-nusuknya

melumurinya dengan bumbu dan kecap

lalu memanggangnya

sampai harum dan matang

Dan di warung itu

delapan hidung

delapan mulut

dan delapan perut yang lapar

dengan sabar menunggu di meja masing-masing

sambil terus mengunyah emping

dan nyeruput bir serta teh panas

hari itu tercatat sudah dibakar

sekitar 20 kg daging segar

Tuhan,

mengapa daging kambing lebih laris

daripada daging Kristus?

Tukang sate itu teler berat

ia ayun-ayunkan daging

ia ayun-ayunkan piring

dan kipas dan botol kecap

bau asap dan daging dan bumbu

terbang ke langit

di atas warung

di atas kantor-kantor

di atas gereja

menyusup masuk

dan nyenggol hidung seorang pastor

Pastor itu berjingkat

sambil terus menyanyi-nyanyi

sambil terus berdoa

dan membagi-bagikan

sekitar 2 ons roti kering

buat para jemaat

Inilah darah dan daging Kristus

penebus dosa manusia

terimalah dan makanlah

Tuhan,

mengapa tubuh kambing

tubuh sapi dan kerbau

lebih mahal daripada tubuh Kristus

mengapa warung sate berjubel

tapi gereja sepi-sepi saja?

Tukang sate itu mabuk darah

mabuk pisau, mabuk tusukan dan

bacokan dan sayatan

Tuhan,

mengapa para pastor enggan

mencincang daging Kristus

lalu menusuk-nusuknya

melumurinya dengan kecap

dan garam dan merica

agar gereja jadi pedas

missa jadi berkeringat

dan daging Kristus jadi manis

hingga lebih laris

daripada daging sapi

daripada daging kambing

daripada daging ayam

Tuhan,

mengapa pastor-pastor itu

tak melakukannya

hingga gereja makin sepi-sepi saja.

1991

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: