SEPASANG TUYUL DI POJOK PANTAI ANCOL

09/02/2011 at 13:30 (puisi)

sesosok sedan Accord tahun mutakhir
diparkir di atas pasir di pojok pantai Ancol,
Jakarta Utara
malam baru saja dimulai
udara belum terasa dingin benar
langit masih agak transparan dan tanpa awan
dan seluruh cuaca betul-betul menjanjikan
suasana yang akan cerah selalu
akan sangat menyenangkan selamanya

sesosok sedan Accord itu warnanya abu-abu
metalik
mesinnya tetap menyala
udara California musim dingin terpancar
dari perangkat AC built in yang canggih
dan sepasang sound sistem Blaupunkt
melantunkan suara Whitney Houston
dari sebuah kaset bajakan
yang tak berpita cukai

sesosok sedan Accord
yang masih berpelat nomor putih
udara California musim dingin
busa jok yang empuk dan masih harum
endapan suara Whtney Houston
dan tubuh sepasang tuyul yang berkeringat
tubuh sepasang tuyul
yang kerepotan bergumul

syahdan
sore itu Ngatemin asal dari Wonogiri,
Jawa Tengah
mendapat pinjaman mobil dari kantornya
dia lalu mengajak Sastro Gantol, bapaknya
yang barusan datang dari kampung
untuk menyaksikan kecanggihan tamasya
Jakarta
khususnya keelokan Taman Impian
di waktu malam

sesosok minibus tahun tujuhpuluhan
catnya mulai mengelupas
dan bodynya sudah terlalu sering diketok dan
dilas
dengan bensin ketengan yang dibeli
di pojok Kramat Sentiong
minibus itu mengelilingi Pasar Seni,
melongok-longok Dunia Fantasi
lalu ikut-ikutan mojok di bibir pantai Ancol
di sebelah sedan Accord

Ngatemin lalu mematikan mesin dan turun
Sastro Gantol, sang bapak dari Wonogiri
menyingsingkan kain sarung
lalu melompat turun dengan hati was-was
setelah selesai kencing di bawah pohon angsana,
dia lalu
menghampiri anaknya dan bertanya
min, min, kok banyak sekali “montor” mogok
di sini ini orangnya pada kemana min?
apa pak? Ngatemin balik bertanya
lantaran suara ombak itu memang kelewat
berisik dan mengganggu kuping
Sastro Gantol mengulangi pertanyaannya
kok banyak banget montor di sini min?
apa orangnya pada nyilem di laut sana
malam-malam begini?
tidak pak, Ngatemin menjawab
orangnya ya ada di dalam mobil situ
Sastro Gantol heran
dia lalu mendekat ke sedan Accord abu-abu
metalik itu
tapi karena kacanya dilapis film sampai 50%
mata Sastro Gantol yang tua susah untuk
menangkap pemandangan didalamnya
dia lalu menengok dari kaca depan dan kaget
e, la dalah! jebul ada tuyul bugil di dalam situ
ayo min kita pergi dari sini

minibus pinjaman
dengan bensin kurang dari seperempat itu
lalu atret dan pergi

Accord kreditan yang berisi sepasang tuyul itu
tetap hidup mesinnya
tetap menyala AC-nya
dan sound sistemnya
tetap melantunkan musik
tetapi kini yang terdengar bukan lagi suara
penyanyi Amerika
kini kaset itu dimatikan dan diganti RRI-FM
Stereo
yang kebetulan sedang melantunkan uyon-uyon
langgam Jawa
yang nyamleng.
Jakarta, 1989
***

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: