MENIKMATI ANGIN

26/04/2011 at 14:46 (puisi)

langit tetap berperan sebagai langit
bulan masih berupa bulan
angin juga bersih
tak mengandung bau kentut
atau asap knalpot
angin yang datang dari bukit-bukit berbunga itu
masih steril
bahkan diperkuat dengan bau daun-daun segar
hingga menyehatkan hidung, tenggorokan dan
paru-paru

aku senang menyedot angin itu dalam-dalam
lalu menghelanya lagi keluar
aku senang masih bisa bernapas dengan baik
dan selalu mendapatkan udara segar
aku senang kaki telanjangku
bisa menggencet tanah yang becek
lantaran habis dibasuh hujan.

Jawa Tengah, 1987

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: