TATACARA MENGGUNAKAN LINGGIS

09/05/2011 at 16:26 (puisi)

TATACARA MENGGUNAKAN LINGGIS

bergaul dengan linggis
kita tak boleh berpura-pura
kita harus tegas
menusuk adalah menusuk
menggebuk adalah menggebuk
mendongkel adalah mendongkel
linggis tak pernah bisa berdiplomasi
atau berbasa-basi
kalau dia tak mampu mendongkel terali besi
dia akan bilang, aku tidak bisa
kalau linggis tak sanggup menusuk lubang WC
dia akan mengaku memang belum mampu
dan segala macam kritik akan diterimanya
dengan
tampang tetap lurus dan runcing

kritik memang tak pernah ada yang
membangun, kata linggis
kritik yang baik harus selalu menjatuhkan
dan justru lantaran sering mau dijatuhkan
kita bisa semakin dalam menancapnya
inilah falsafah linggis

sebelum kita mampu menggunakan linggis
dengan baik
sebelum kita memegangnya
mengelus-ngelusnya lalu menusukkannya
ke sasaran
kita harus terlebih dahulu menghayati dan
mengamalkan
falsafah linggis
anak-anak di bawah usia 17 tahun belum boleh
bermain-main dengan linggis
kakek-kakek usia 70 tahun sudah tidak pantas
bermain-main
linggis
linggis memang tidak layak untuk
bermain-main
linggis adalah alat untuk membongkar
alat untuk menggali
alat untuk menusuk

jadi kita harus senantiasa pas memegang linggis
terlalu di ujung memegangnya, jelas tidak enak
kelewat di pangkal menggenggamnya juga tidak
nyaman
sebagai alat yang keras
linggis hanya boleh digunakan pada saat yang
tepat
dan pada sasaran yang tepat pula

menusuk tahu cukup dengan garpu
mencongkel sisa daging sehabis santap malam
lebih cocok memakai tusuk gigi
menggebuk kucing kawin lebih manusiawi
menggunakan tangkai sapu
tidak perlu dengan linggis
linggis adalah alat yang keras
yang hanya pantas mendobrak sasaran
yang keras pula
tapi menghadapi panser, linggis jelas kalah
merobohkan gedung bertingkat pasti kurang
mampu

menghancurkan yang besar-besar
yang sangat keras
lebih baik pakai dinamit, buldoser atau bom

menenteng dan mengayunkan linggis
lain dengan menenteng dan mengayunkan raket
tenis
atau stick golf
menggebuk bola tenis atau
menggetok-getokkan stick golf
pasti dapat dilakukan dengan sangat santai
bahkan kadang diikuti tepuk tangan dan
sorak-sorai

linggis memang lain dengan raket tenis atau
tongkat golf
lain dengan fulpen
lain pula dengan gergaji
bedil, panser atau bom

Jakarta, 1988

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: