SURAT DARI NERAKA

20/09/2011 at 13:32 (puisi)

(sepucuk surat telah dikirim oleh  seorang istri yang sudah mati
kepada suaminya yang masih hidup dan sedang sibuk makan nasi goreng
di sebuah warung cina)

mas, kata surat itu dengan manja
setibaku di neraka
aku jadi bingung
aku sangat sengsara tapi kesengsaraan itu tak dapat kurasakan lagi
karena aku tak dapat membandingkannya dengan kebahagiaan
dengan kesenangan
maaf mas
apakah anda dapat menangkap maksud kata-kataku?
kata-kata orang yang sedang dipanggang api
tapi tak kunjung merasakan panasnya?

mas, neraka itu ternyata tidak panas
tapi sangat mengecewakan
aku kecewa
kecewa sekali

dulu, ketika kita masih pacaran
kubayangkan neraka itu tempat yang hiruk pikuk
penuh dengan setan roh-roh jahat dan sukma yang disiksa
ditusuk dibacok digebuk dibakar
dulu kubayangkan neraka itu sangat ramai
penuh dengan teriakan jeritan
itu lo seperti pada film-film horor yang sering kita tonton itu
aku senang dengan keributan kobaran api dan sadisme
ketika sakit keras dulu
aku sangat siap untuk mati
dan sangat bergairah untuk tercebur ke neraka
aku senang dengan tantangan yang dijanjikannya
tapi mas
sekali lagi kukatakan
aku sangat kecewa
aku tak dapat bertemu dengan setan-setan itu
aku tak dapat melihat kobaran api itu
aku tak diapa-apakan
sukmaku masih utuh
betul mas

(suami itu menghela napas panjang nasi goreng yang ditelannya
tersendat di kerongkongan dia melanjutkan membaca surat)

mas, bagaimana anak-anak kita?
apakah masih suka berantem?
apakah mereka masih suka ingat saya?
aku sebenarnya sangat rindu
tapi di neraka kami tak boleh cengeng
kami tak boleh rindu
kami tak boleh merindukan sesuatu
di neraka tak ada lagi istilah rindu
di neraka tak ada lagi istilah cinta
tapi aku juga tak dapat lagi membenci sesuatu
oh ya, ngomong-ngomong apakah sampeyan masih percaya
pada tuhan mas?
aku sendiri sudah tak dapat percaya lagi
tapi sekaligus aku juga tak mungkin untuk tidak percaya
di neraka tuhan bukan lagi masalah percaya atau tidak percaya
mas, kau pasti bingung lagi
baiklah
aku akan menulis yang ringan-ringan saja
yang mudah kau pahami
begini

begitu aku mati dulu
sukmaku seperti langsung dibetot dari badan
semula tekadku sudah sangat bulat
yakni ingin segera bertemu dengan setan yang pasti akan menyambutku
lalu menggiringku ke neraka
untuk disiksanya habis-habisan
tapi yang terjadi ternyata lain sama sekali
setan seperti yang ditulis dalam buku-buku itu
ternyata tak kunjung datang
dan menurut hematku setan seperti dalam buku-buku itu
sebenarnya memang tak ada

aku lalu menunggu
aku tidak lagi dapat melihat langit
aku tak lagi dapat mencium bau tanah yang mulai menyelimuti jasadku
aku tak dapat lagi mendengar bunyi angin menghempas
atau meteor bertabrakan
aku merasa tidak sedang berada di neraka
padahal aku yakin sedang berada di sana
aku juga tak mungkin dapat menceritakan keadaan yang sebenarnya
sebagaimana halnya seorang reporter tivi melaporkan
siaran pandangan mata secara langsung

sulit mas
tapi baiknya begini saja
suratku ini pasti akan bikin sampeyan jadi tambah bingung
lupakan sajalah
lupakan saja surat ini
juga jangan kau ingat-ingat lagi diri saya
kawinlah segera dengan teman sekantormu
atau dengan tetangga sebelah yang ditinggal pergi suaminya itu
dan tolong jangan katakan pada anak-anak
bahwa aku berada di neraka
katakan pada mereka
bahwa ibunya naik surga
dikawal para malaikat
pakai jubah putih
badannya bersinar-sinar
dan selalu tersenyum simpul seperti gambar-gambar dalam iklan odol
sekian
sampai jumpa di sana nanti.

1989

Iklan

1 Komentar

  1. CatatanHatiKu said,

    Wuiiiih beraaaat…. 🙂
    Salam pak… ane rada2 gak mudeg ngartiin puisi.. tapi suka baca puisi… 🙂

    Thumb up dah !

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: