SENANDUNG BUAT PAK JENGGOT

28/12/2011 at 15:55 (puisi)

senandung-senandungan
jumlahnya empat baris
dia ini
asal usulnya dari perut
yang lembap dan becek
karena enggan diganti kotoran-kotoran
dan asam-asaman
dia coba mrambat-mrambat
mulanya naik ke dada
nyenggol-nyenggol jantung dan paru
didesak kesana
didesak kemari
dan diapun nekat mbolos
menyusupi krongkongan
dan jebol dimulut
brol
do re mi fa sol

wah
sungguh sayang
begitu keluar mulut
baris satu senandung-senandungan ini
diterjang angin
menumbuk rumah-rumah
menumbuk pohonan
menumbuk macam-macam
dan hilang

sungguh sayang
tak ada yang sempat mendengar
senandung-senandungan baris satu ini
pak jenggot
kau juga tak mendengarnya barangkali
padahal mustahil
aku mengulang-ulangnya lagi

baris kedua nyusul cepat-cepat
meletup-letup di mulut
mengalir di bibir
baris dua ini tumpah dengan derasnya
membasahi kaos dan baju
hanya sayang
laki-laki jenggot yang payungan
dan lewat di jalan itu
tak dapat mendengarnya juga
dia terus saja jalan
membungkuk-bungkuk
celananya dicincing
sandalnya dicangking
apakah kau tuli
hai pak jenggot
enggankah kau
telingamu diganggu senandung-senandungan ini
malaikat jabalkat
tobat
jebul senandung-senandungan ini
kalau sama hujan
ya ampun
Tuhan
baris dua ini pecah dan cair
hanyut di selokan-selokan
dan hilang
sungguh sayang aku tak sempat mencatat
dan mengirimnya buat kau pak jenggot
maaf

baris tiga juga nyusul
bagai sinyal kapal
keras dan lantang
perutku tegang
dadaku mengembang
mulutku kerja keras
maksudku :
e, barangkali dapat mengatasi hujan
dan sampai di telingamu
pak jenggot
semoga
tapi, ya Tuhan
iblis laknat geger kiamat
sebelum tiba di telingamu
baris ketiga ini hangus disantap petir
terbakar dan luka-luka
terkapar di tanah
malapetaka lagi
pak jenggot
cobalah
teliti dan tafsirkanlah sendiri
makna baris tiga ini
walau telah rusak
hangus dan luka-luka

ternyata baris empat juga
tidak krasan di perut
campur cacing-cacing
campur tai
campur bakteri dan aam-asaman
campur kentut
campur kencing
campur sperma
darah haid
janin
calon bayi
bakalan orang
habis sudah kesabarannya
baris empat ini berontak kuat-kuat
tapi malang baginya
sudah dua hari ini hujan
renyai jatuh-jatuh di daun
daun-daun pisang yang bobrok
diterjang-terjang angin
angin keras
keras sekali dan laki-laki jenggot itu
noleh padaku
dan senyumnya
wah senyumnya
dan matanya yang juling
matanya
di bawah payung itu
jenggotnya

jenggot putih rintik-rintik
hujan renyai rintik-rintik
leherku tersumbat sekarang
rahangku mengatup kuat-kuat
waduh-waduh
kasihan sekali baris empat

senandung-senandungan ini
tawanan konyol dan sia-sia
melonjak ke dada
mendesak-desak rusuk dan punggung
terbanting di pinggang
menumbuk ginjal
mental naik lagi
tergencet usus-usus
terpetet
maaf
baris empat senandung-senandungan ini
terpaksa tak dapat kau dengar
pak jenggot
aku tidak mampu lagi
cape
mulutku sudah tak kuat
dan leherku seperti disumbat
tapi kau jangan buru-buru marah
atau tertawa
mau kan?

besok pagi-pagi sekali
waktu bangun fajar
telitilah sendiri
dia akan merdeka juga akhirnya
campur bakteri
campur kencing dan kotoran-kotoran
lendir dan darah
telitilah
baris empat senandung-senandungan ini
baris akhir yang kramat
akan keluar juga kesudahannya
campur kotoran-kotoran
telitilah
pak jenggot
telitilah.

22 Maret 1974

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: