KEMUDIAN TERTIDURLAH AKU

30/07/2012 at 14:09 (puisi)

ketika, kantuk menyeret-nyeret sandal
mendekati ranjang, aduh
nikmatnya penat seharian
seperti terlolosi sumsum-sumsum tulangku

sementara dingin menyusup-nyusup
ke selimut
cerita-cerita itu lagi di halaman rumput
pot-pot bunga, bisik-bisik cemara
tentang manusia-manusia
saling berbunuhan

di tangan sebilah pedang
di mana-mana tanah dan darah
yang bergelimang
perkosaan lagi, pembunuhan lagi
maka pelan-pelan Tuhan pun
meninggalkan kami

ketika lampu kupadamkan : bumi yang sepi
biarlah cerita-cerita itu tak berhenti
semua akan kabur terbawa mimpi
atau mati sebentar lagi.

4 Juli 1969

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: