SARINANDE-SARINANDE

30/07/2012 at 14:20 (puisi)

semesta semakin sunyi
lalu lenyap di lengkung langit
lantai kudus bangku-bangku kudus
lilin di altar dan bunga-bunga mawar
halaman gereja
september dan kembang jeruk
dan vas-vas segar tersunting
di rambut dara-dara kudus
halaman gereja
dan bencana-bencana, ada perpecahan
sayang : pendeta-pendeta merinai
kuntum-kuntum patah
maka dunia berangsur semu
dengan buku-buku dan ayat-ayat kudus
bukan kudus, hanya kudis dan kuman-kuman
telah menghempaskan kita
di pantai kenyataan (sunyi lagi).

18 September 1969
Pernah dimuat di Majalah Semangat, Desember 1970

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: