POTRETMU

06/08/2012 at 15:50 (puisi)

di permukaan gulita langit
potretmu kupaparkan
kuyup bersama hujan
gersang di terik siang

pada potret itulah aku berkaca
dan senantiasa bertanya-tanya
pada siapa nanti
kan kutumpahkan kesumat hati

sebab potret itu tak pernah ada
hanya bayang-bayang beragam bayang
bayangan terkutuk
di tengah hiruk-pikuk dunia mabuk.

4 Oktober 1969

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: