MASIH KUINGAT DIA BERNAMA HANDAYANI BARANGKALI

25/09/2012 at 10:58 (puisi)

I. di bawah lampu-lampu temaram
sebuah pameran lukisan
dia pernah berkata padaku : aduh-aduh
seniman memang gemar menempel-nempelkan
omong-kosong
lalu menguras-nguras kantong – terpaksa
senyumnya tercecer di warung-warung nasi
dan perut kami pun terisi – mengapa
aku balik bertanya
apa sebenarnya yang kau cari-cari di sini
keyakinan-keyakinan konyol atau
omongan-omongan latah
dia marah-marah : maaf-maaf
aku cinta wajahku di atas kanvas
aku ingin gambar-gambar yang waras
kau jangan edan

II. di antara balerina-balerina di sana
telah dipentaskan sebuah kisah tontonlah
cium-ciuman di taman
persetubuhan di atas dipan
lalu apa – aku lupa
dia tersenyum
di bawah lampu-lampu temaram
terbawa musik-musik ringan
ah tidak
aku cinta warna-warnamu
aku tahu masa depanmu yang tak menentu
ambillah
omong kosong penguras kantong
keyakinan-keyakinan konyol itu
dia tersipu : Kau baik sekali Handayani
dia termangu.

4/1-’73

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: