SELAMAT TINGGAL SUSTER ANTON

27/12/2012 at 11:42 (puisi)

tapi itu tak kuucapkan; aku hanya diam
dan tanganku pun tak sempat kulambaikan
ketika dia turun dari delman
dan matahari masih di antara pohon-pohonan
aku hanya bisa tersenyum perlahan
begitu kaku
o jarak
sangat jauh kami kau pisah-pisahkan
dia berbaju putih berkerudung putih
erat-erat memegang tasnya
mengapa
mengapa tak ada yang bisa kukatakan padanya
mengapa aku hanya diam saja
mulutku terbungkam – sekat terkutuk
hanya hatiku bisa berbunyi
selamat tinggal suster anton
lirih sekali.

Jakarta, 5/11-’74

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: