BAMBUKAH

15/01/2013 at 14:52 (puisi)

bambukah matamu hingga
terus-terusan meruncing hingga
selalu menusuk-nusuk hingga
mataku kauiris-iris kaupotong-potong
mampukah
mulutmu bambukah hidungmu
lehermu bambukah celanamu
hingga kau potong-potong hingga
kau belah-belah hingga
kau sayat-sayat tipis sekali
dan kau anyam bambukah
sukmamu hingga beruas-ruas
beranak rebung berbuku-buku
bambukah ususmu jantungmu
kemaluanmu hingga berlugut
dan gatal sekali
bambukah.

1975
Pernah dimuat di Majalah Horison, Juli 1977

1 Komentar

  1. DM Asmed said,

    Saya suka yang satu ini, salam kenal dan salam santun mas Rahardi 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: