HO – HO

15/01/2013 at 14:41 (puisi)

bunyi tawaku biasa saja : HO – HO
lalu langitpun sepi dan
bunga-bunga seperti bom
meledak dan angin pun
sepoi-sepoi basa
sejuk dan nyaman
hanya perutkulah yang tetap gatal
dan mulutku pun tetap terpingkal-pingkal
HO – HO begitu.

1975
Pernah dimuat di Majalah Horison, September 1976

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: