MENJILAT LAMPU

15/01/2013 at 14:48 (puisi)

lampu-lampu yang asin dan
lidah-lidah yang menyala telah
mulai menggaruk-garuk dirinya dengan
mata yang sudah benar-benar
putus asa
mulut yang selama ini resmi ditempeli
lidah; tidak dapat berbuat banyak
nyala; yang selama ini menempel pada
lampu tidak dapat berbuat banyak
sedikit
sedikit sekali yang dapat memahami hal ini
lidah-lidah lampu yang menyala dengan
asin rasa putus asa yang gatal dan benar-benar
menempel
sedikit
sedikit sekali yang dapat menjilat-jilat
lampu.

1975
Pernah dimuat di Majalah Horison, Juli 1977

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: