ORKES

04/03/2013 at 13:51 (puisi)

lampu-lampu itu menyanyi
diiringi mulut-mulut yang asin
keringat bersorak
suara-suara ditabuh
dan mataku telinga
telinga
tidak dapatkah mulut-mulut itu
menghormati mata kita
tidak dapatkah lampu-lampu itu
kusimpan dalam telinga
asinkah sorak-sorai itu
aduh
selesai
selesai keringatku.

1975

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: