MENCACI-MAKI DIRI SENDIRI

14/06/2013 at 11:03 (artikel)

Dikusi sastra zaman Orde Baru, ada peserta mencaci-maki seorang donatur. Sebagai pembicara, saya menantang: “Beraninya mencaci-maki orang kaya, coba kau caci-maki Pak Harto!” Peserta itu terpancing dan mencaci-maki Presiden Soeharto. Saya timpali: “Kekuasaan Soeharto kan sebatas di Indonesia. Coba kalau berani kau caci-maki Yang Maha Kuasa!” Terpancing lagi peserta diskusi itu maju dan menghujat Allah. Saya tak mau kalah. “Sungguh pemberani! Sekarang cobalah caci-maki diri Anda sendiri!” Peserta diskusi itu tak berani maju.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: