DALAM BUS

17/06/2013 at 09:43 (puisi)

angin dan langit bersatu di jendela bis
suhu merendah dan seorang ibu yang tua
terbatuk-batuk di depanku;
senja makin lama makin kekal rasanya
tikungan demi tikungan-tanjakan yang terjal
apakah artinya sebuah perjalanan?
hanya untuk memuaskan keinginan atau
sekedar menuruti langkah kaki yang tak
tentu ini?
akhirnya sama saja mereka yang diam itu
atau yang hanyut dalam obrolan yang
mengasyikkan
sopir serta kondektur itu
menyerah pada sang waktu
betapa sepinya; mereka itu turun satu persatu
tanpa menoleh
tanpa bertanya ini atau itu
dan tak satu pun yang menegurku.

Bogor, Januari ’76
Pernah dimuat di Harian Suara Kaya, 6/2-’76

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: