MUTIARA UTARA

18/06/2013 at 16:34 (artikel)

Awal tahun 1980an, sekitar pukul 10 malam, saya dengan Dinastuti, yang waktu itu sekitar 3 atau 4 tahunan, duduk di ruang tunggu Stasiun Tawang, Semarang. Seorang petugas mendekat: “Masih lama, nanti, jam satu malam. Sudah beli tiket belum? Coba lihat!” Tiket lalu saya serahkan, dan sesaat kemudian roman muka serta gaya orang itu berubah. “O, Mutiara, sebentar lagi Pak, biasanya jam sebelas sudah masuk Tawang. Silakan Pak.” Waktu itu kereta api rute utara: 1. Senja Utama, 20.00 (fan); 2. Senja Ekonomi 21.00 (tanpa fan); Mutiara Utara 23.00 (AC); dan Gaya Baru Malam 01.00 dinihari. Petugas tadi mengira saya akan naik Gaya Baru Malam, kereta api termurah waktu itu.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: