SEHABIS NONTON JAM DUABELAS

15/07/2013 at 15:53 (puisi)

seperti dilepas dari kurungan
kamipun bubar dan bergegas
mengenali wajah-wajah kami sendiri
di aspalan yang keras
lampu-lampu sudah surut sinarnya
pintu-pintu sudah terkancing seluruhnya
haruskah aku menuju ke rumah itu lalu
memanggili namamu
o, malam
tangan-tangan dingin di atas pundakku
langkah yang letih
lorong-lorong mengejang
dan patah di tikungan.

Amb, 15 Mei 1979
Pernah dimuat di Harian Kompas, 10 Juni ’79

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: