SEPULUH NASIHAT KAKEK KAMPRET UNTUK CUCUNYA

15/07/2013 at 16:20 (puisi)

Nasihat I

Kau masih muda, sehat dan normal
ini fakta yang tak mungkin kau bantah
jangan kau sia-siakan kemudaanmu
kesehatanmu dan kenormatanmu.

Nasihat II

Warga kampret adalah penghuni
sah dari planet bumi ini
sah untuk mencari nafkah
sah untuk menghuni rumah
yang alamiah
berupa gua kapur
yang sejuk dan nyaman
kebenaran ini harus kita yakini
dan selalu dijunjung tinggi.

Nasihat III

Gua-gua yang sudah ribuan tahun
jadi rumah kita
telah digusur
nyamuk dan kutu loncat telah
dilumuri pestisida
pohon-pohon telah diganti
tiang beton
bunga-bunga dibuat dari plastik
dan udara telah dibalur debu
radio aktif
dibebat uap knalpot
dan lubang ozon makin
menganga di selatan sana
itu semua masa depanmu cu
masa depanmu!

Nasihat IV

Buka matamu lebar-lebar
pasang kupingmu baik-baik
lihat dan dengar
getaran ketidakberesan ini.

Nasihat V

Jangan hanya makan, tidur
beol
makan lagi tidur lagi
beol lagi
umur kampret tak seberapa panjang.

Nasihat VI

Jangan suka mengharapkan mukjizat
Tuhan sudah bosan mengirim keajaiban
seperti zaman Nabi-nabi
semua harus kita beli sendiri
dengan uang sendiri
semua sudah sangat konkrit
dan transparan
tak ada yang misterius
tak banyak lagi yang
gaib-gaib
semacam debus atau
David Coperfield.

Nasihat VII

Gradasi warna hanya membuat
mata kampret jadi buta
nuansa hanya menjadikan kita makin
tak berdaya
dan toleransi makin membuat
kita jadi seperti dikebiri
jadikanlah dunia ini hitam putih
siang dan malam
tanpa pagi dan sore
agar kita tak ragu-ragu
bertindak
dengan semangat tinggi
tanpa basa-basi.

Nasihat VIII

Perangilah kemapanan
yang telah menciptakan
penindasan dan penggusuran
memberontaklah
selagi istilah itu belum dihapus
dari kamus.

Nasihat IX

Bermimpi itu boleh
tapi bermimpilah hanya pada
waktu tidur
pada saat kita terjaga
pada waktu mata melek
yang ada hanya kenyataan.
kadang muncul keinginan-keinginan
tapi harus muncul pula upaya-upaya
tindakan-tindakan untuk meraihnya.

Nasihat X

Hidup ini harus menang
kehidupan ini demikian berharga
jadi jangan menciptakan pahlawan-pahlawan
untuk mensyukuri kematiannya.

***

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: