BADAK DAN PRESIDEN I

20/11/2013 at 13:29 (puisi)

Sidang Kabinet Terbatas
Bidang Politik dan Keamanan
(POLKAM)
Hadir Wapres, Menhankam/Panglima TNI
Menlu, Mendagri
Menpen, Menkeh
Menag, Menko Polkam
Menhut, Jakgung
Kapolri, Kasad, Kasau dan Kasal
Khusus diundang : Gubernur Jabar
Gubernur DKI, Kapolda Metro Jaya dan Pangdam Jaya
serta seorang tokoh paranormal
Ki Gendeng Saestu.
Fokus sidang : Insiden Sentul
dan misteri badak
Khusus dihadirkan : Satu contoh patung badak
yang disita dari Sentul
(satu lagi sedang diperiksa di lab.)

Sidang dipimpin langsung oleh Bapak Presiden
dan dimulai dengan pembacaan
sebuah pantun.

“Pesawat canggih buatan Jerman
rakitan Bandung judul ceritanya
berniat gigih keadaan aman
suratan mendung Sentul kejadiannya.”

(Tepuk tangan hangat – Wapres menyambung)

“Bila hendak menyulam lencana
udang diterkam jurus tentara
cula badak menghantam istana
sidang Polkam harus segera!”

(Tepuk tangan lagi – plus tertawa-tawa
suasana tegang jadi cair – Menhankam/
Panglima TNI menyambung)

“Hendak magrib menoleh ke sawah
lentera kota menyala mendadak
badak gaib boleh menjarah
tentara kita membela serentak.”

(Tepuk tangan makin ramai, patung badak
didorong masuk!)
“Lo, ini dia ya?”
“Ya inilah pak. Dua kita ambil.
Yang satu ada di lab. Satunya kita bawa kemari.”
“Very-very beautifull. Exelent!
Ini benar-benar ciptaan Allah Sabhanahu Wattaala
yang luar biasa.
Lihat ya, lipatan-lipatan kulitnya,
bintil-bintilnya ini. Kekar dan purba.
Dan ini, hanya satu-satunya di dunia kan?”
“Benar pak!”
“Mengapa sampai hanya tinggal 50 ekor?
Apa tidak ada technologi canggih
yang bisa mengkloningnya
hingga jadi banyak?”
“Itu tugas Menristek pak!”
“Ya, ya, pasti!
Tetapi mulai saat ini musti kita pikirken
upaya untuk penyelamatannya.
Tapi mengapa bisa tiba-tiba ada di Sentul.
Itu istana siapa itu?”
(Diam semua)
“Ya, saya tahu, Anda semua sebenarnya tahu
tetapi pura-pura tidak tahu.
Ini ukuran sebenarnya ya? Ya, hasil labnya
bagaimana? Jangan dirusak atau dipotong-potong ya?”
“Tidak pak. Di scan.
Ini memang ukuran sebenarnya pak.
Dan memang menurut hasil sementara dari lab,
ini badak hidup.”
“Hidup? Oh my God!
Jadi ini masih hidup? Kok diam? Jadi ini bukan
patung ya? Pantes! Sangat naturalis.
Ternyata ini memang asli!”
“Jadi, mungkin Ki Gendeng Saestu
bisa menjelaskan Pak! Silahkan Ki Gendeng!”
(Salaman)
“Siapa ini? Ki Gendeng?”
“Ya, ini paranormal kita yang
sudah go internasional. CIA, KGB, Mosaad
bahkan Triad dan Vatican pernah
memanfaatkan jasanya!”
“Luar biasa. Bagaimana ini Ki Gendeng?”
“Begini pak! Badak-badak ini sedang
ngrogo sukmo! Ini istilah paranormal
khusus untuk manusia.
Pada binatang tidak lazim terjadi
Mungkin yang lebih tepat istilah biologi
Mereka sedang dorman berat.
Dorman total dan sempurna.”
“Wah, jelasnya ini badak beneran
dan masih hidup ya?”
“Benar Pak. Tetapi seluruh mekanisme biologisnya
terhenti total. Jantungnya tidak berdetak,
darahnya tidak mengalir
tetapi organ tubuhnya tidak akan rusak.”
“Dipegang tidak apa-apa ya?”
“Tidak apa-apa Pak. Coba : Plok-plok-plok.
Diam saja kan?”
“Wah, saya lalu ingin naik badak!
Ini sangat langka lo! Naik Concord sudah naik kapal silem sering!
Naik kapal  induk biasa. Pesawat tempur, Volvo,
Roll Royce, kuda balap. Tetapi badak?
Presiden naik badak? Itu luar biasa!
Coba ya! Tidak berbahaya kan?”
“Ambil kursi itu!”
“Ya!”
“Awas pelan-pelan pak!”
“Cameraman, fotografer. Ayo cepat!
Ini detik-detik langka!”

Cameraman
wartawan
fotografer istana
segera berebutan mengabadikan.

Para menteri bertepuk tangan
tetapi tepuk tangan itu telah
memanggil kembali roh badak
tiba-tiba badak itu
hidup dan bergerak
kerumunan menteri dan wartawan bubar
aparat keamanan sigap bertindak
tetapi badak lebih cepat
dia melesat dan menyeruduk
cameraman jatuh dan terinjak
wartawan terjengkang
badak itu melesat keluar
dengan beringas.

Presiden tetap lengket di punggungnya
Ki Gendeng Saestu duduk bersila
dan bersemedi memusatkan pikiran
badak itu melesat ke luar lalu
gaib
tak ada yang tahu ke mana perginya.

Aparat keamanan
intel
Wapres
Menhankam/Panglima TNI
Kapolri
Kapolda
Pangdam
semua sibuk dan cemas
tapi dalam hati mereka berharap
semoga Presiden itu terus lenyap
sebab ada peluang
untuk menggantikannya.

Saat itu juga Wapres tampil
di depan pers.

“Saudara-saudara setanah air
baru saja terjadi musibah
dalam sidang kabinet terbatas
bidang Polkam tadi
Bapak Presiden telah diseruduk badak
beliau melompat
dan jatuh persis di punggung badak
para wartawan dan juga cameraman
banyak yang mengabadikan peristiwa ini
badak itu lari dan Bapak Presiden
tetap berada di punggungnya
saat ini aparat keamanan
sedang berusaha melacak
keberadaan Bapak Presiden.

Saudara-saudara sekalian
selama Bapak Presiden belum diketemukan
sesuai dengan konstitusi
tampuk pemerintahan untuk sementara
saya pegang.
untuk itu, saya instruksikan
kepada saudara Menhankam/Panglima TNI
agar segera menemukan Bapak Presiden
selain itu, ada indikasi
bahwa Bapak Presiden telah
menjadi korban persekongkolan jahat
pihak-pihak yang ingin merebut
kekuasaan
dengan mengerahkan paranormal.
Untuk itu aparat keamanan telah mengambil
tindakan terhadap seorang paranormal
bernama Ki Gendeng Saestu.
Saat ini yang bersangkutan berada
di Mabes TNI untuk dimintai keterangan
tidak tertutup kemungkinan aparat keamanan
mengambil tindakan
terhadap pihak-pihak lain yang
diduga kuat terlibat dengan
persekongkolan jahat ini.
Untuk itu marilah kita panjatkan
doa ke Hadirat Tuhan Yang Maha Esa
agar Bapak Presiden selamat dan
tetap berada dalam perlindungannya.
Sekian.”

Sementara itu
di laboratorium Mabes TNI
detektor radioaktif
telah menangkap adanya
gelombang radioaktif yang sangat
kuat berasal dari
sampel badak
yang sedang diperiksa.

Para petugas lab
segera dilarikan ke rumah sakit
dengan ambulan khusus
para petugas gegana Polri
segera datang dengan
pakaian dan masker
anti radioaktif
mereka akan segera melanjutkan penelitian
terhadap sampel badak
siapa tahu patung badak itu
sebenarnya
merupakan  senjata nuklir
yang dikamuflase
untuk meledakkan negeri ini.

Tetapi
lab itu kosong
badak itu hilang
seluruh peralatan dan dinding lab
telah tercemar radioaktif
tak ada peralatan yang rusak
tak ada dinding jebol
lantai dan langit-langit juga utuh
pintu pun tetap terkunci
mungkin ini perbuatan
sabotase dari paranormal
atau malahan
dari makhluk angkasa luar?

Metropolitan Jakarta sungguh
mencekam
berita tentang badak
simpang-siur dan tidak jelas
ada ancaman telepon ke media massa
para badak itu
menuntut untuk merdeka
dan mendirikan negara sendiri
dengan wilayah seluruh pulau Jawa
kalau tuntutan ini tidak dikabulkan
presiden akan dibunuh
wapres akan diamuk
dan seluruh anggota kabinet
akan diculik.

Selain telepon
dikirim pula faximile
dengan isi berita serupa
dengan tanda
telapak kaki badak.
Sebuah kantor berita asing
mendapat kiriman
dua bait pantun

“Anjing geladak burik kakinya
menggoda pesinden dibawa kabur
mending badak baik hatinya
daripada presiden berjiwa takabur.”

“Demi anak main boneka
jangan diri bertaruh nyawa
Kami badak ingin merdeka
dengan negeri seluruh Jawa.”

ttd
telapak badak

Pantun itu lalu menjadi head line
hampir semua koran
termasuk koran-koran asing
“Javan Rhinocheros Ultimate Freedom”
pantun lalu menjadi
mode yang ngetrend
acara berbalas pantun
muncul di banyak televisi
koran-koran dan majalah
membuka ruang berpantun ria
buta pantun berarti
ketinggalan jaman.

Berhari-hari
berminggu-minggu
tegang
presiden tetap tak ketahuan
di mana berada
dan tak ketahuan
nasibnya bagaimana
sampai akhirnya
dia mengirim pesan ke sebuah koran
berbentuk pantun.

“Jerigen keramat tempat muslihat
diikat benang tiga lilitan
Presiden selamat sehat walafiat
Harap tenang  jaga ketertiban.”

Presiden berpantun?
badak juga berpantun?
tetapi kondisi saat ini tidak akan jadi baik
hanya dengan pantun.
“Kita menunggu  munculnya Satrio Piningit!
Dialah yang akan turun tangan mengatasi keadaan.”
“Dia sedang berada di mana?”
“Dia sedang dipingit! Disembunyikan!
Disimpan untuk dikeluarkan pada saat yang paling tepat.”
“O, semacam kartu truf!”
“Gaple!”
“Ya, gaple! Tapi yang diperlukan sekarang ini justru semar!”
“Wuu……!”
“Super Semar ya?”
“Kuno!”
“Kita lepas Semar, dapatnya Gareng!”
“Padahal kita inginnya Gatotkaca!”
“Superman!”
“Kita itu ingin hati nurani!”
“Bagaimana?”
“Apa? Mbakyu Nurhaeni?”
“Ya siapa saja pokoknya dia dihinggapi wahyu
untuk mengatur tanah Jawa.”
“Mengatasi badak jawa saja tidak becus kok
mau memimpin tanah Jawa?”
“Indonesia!”
“Masa bodoh dengan Indonesia!”
“Majapahit itu setelah ditinggal Gajah Mada
lalu hancur. Apalagi Indonesia!”
“Lo, kita justru sedang akan melahirkan  Gajah Mada II!
Tunggu tanggal mainnya. Sebentar lagi Satrio Piningit muncul!”
“Sastro dari Pingit?  Pingit dekat Magelang itu?”
“Ya, pokoknya Jawa kan? Negara Jawa.
Jadi Pingit boleh, Magelang boleh. Asal jangan Bandung.
Itu Sunda kan? Sunda itu Pajajaran, musuhnya Majapahit.”
“Majapahit kan Jawa Timur? Suroboyo Rek!
Magelang itu Jawa Tengah. Mataram, gitu loh!”
“Goblok sampeyan niki!  Magelang itu tempat Gunung Tidar,
Pakunya Pulau Jawa. Tidak ada Tidar,  Jawa itu ambles ke laut kidul.
Tidak peduli Majapahit, Mataram atau Pajajaran akan hilang! Tahu?”
“Pulau kok dipaku? Seperti dingklik saja!”
“Lo, ini sejarah! Kalau sejarah dilecehkan ya sudah! Bubrah!”
“Dongeng! Dongeng itu lain  dengan sejarah!”
“Maksudmu dongeng itu lebih baik dari sejarah kan?”
“Paling tidak, dongeng kancil dari jaman Belanda
sampai sekarang masih sama. Tapi sejarah diubah-ubah terus
padahal peristiwanya sama!”

“Ya embuh le! Presidene piye?”
“Presiden sinten? Clinton?”
“Kok Presiden sinten?
Ya Presidene dewe ta!”
“O, kirim parikan teng koran!”
“Parikan?”
“Nggih. Dereng maos to?”
“Durung.Wis pirang-pirang dino ora moco koran ora nonton Tivi!”
“Wah, ketinggalan jaman sampeyan.
Pak Presiden slamet ning duko wonten pundi mboten ngertos!”
“Endi korane?”
“La niku!”
“Lo, iki berita selingkuh. Sopo iki? Klenton, Presiden ngendi iki?
Londo yo? Wah ayune sing didemeni.
Lo la kok akeh banget sing didemeni?
Yo jenenge Presiden! Ratu!
Rojo. Selire yo kudu akeh.
Ireng manis, lemu, gede duwur, lencir kuning
kabeh kudu dilatrani!”

(Ya, entahlah nak. Presidennya bagaimana?
– Presiden siapa? Clinton?
– Kok presiden siapa?
Ya presiden kita sendirilah
– O, dia mengirim pantun ke koran
– Pantun?
– Iya, belum membaca ya?
– Belum. Sudah beberapa hari ini tidak
membaca koran tidak menonton tivi
– Wah, ketinggalan jaman anda ini.
Pak presiden selamat, tetapi entah di mana
tidak ada yang tahu.
– Mana korannya?
Itu dia!
– Lo, ini berita perselingkuhan. Siapa ini?
Klenton, presiden mana ini? Belanda ya?
Wah cantiknya yang diselingkuhi.
Lo, kok banyak sekali teman selingkuhnya.
Yah, namanya juga presiden! Raja!
Selirnya harus banyak
Hitam manis, gemuk, tinggi besar, langsing kuning,
semua harus mendapat jatahnya!)

Presiden
badak jawa
huru-hara
harga-harga yang semakin jauh dari
daya beli
bangsa yang lembek
tapi ulet
di mana badak-badak itu?
di mana presiden itu?

“Kuah cincau dicuri unta
pak Raden bilang hendak ke Padang
tambah kacau negeri kita
presiden hilang badak menghadang.”

Fragmen Prosa Lirik Negeri Badak

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: