Cerita dan Karya

06/07/2015 at 12:18 (berita)

Friday, October 10, 2014
APRESIASI PUISI F.RAHARDI

APRESIASI PUISI
Agis Amalia Wibawaty

PUISI SEBAGAI SALAH SATU KARYA SASTRA

1.  PENGERTIAN PUISI

Herman J. Waluyo mendefinisikan bahwa puisi adalah bentuk karya sastra yang mengungkapkan pikiran dan perasaan penyair secara imajinatif dan disusun dengan mengonsentrasikan semua kekuatan bahasa dengan pengonsentrasian struktur fisik dan struktur batinnya.
Aristoteles, Puisi adalah fragmen yang ada pada penyair yang menggambarkan tiga genre puisi adalah epik, komik, yang tragis dan mengembangkan aturan untuk membedakan puisi kualitas tertinggi setiap genre, berdasarkan tujuan yang mendasari genre.

2.  APRESIASI PUISI
Menurut Gove (dalam Adyana, 2009: 34)

Apresiasi sastra berasal dari bahasa latin apreciation yang berarti mengindahkan atau menghargai. Dalam konteks yang lebih luas istilah apresiasi sastra mengandung makna:
a. Pengenalan melalui perasaan atau kepekaan batin.
b. Pemahaman dan pengakuan terhadap nilai-nilai keindahan yang diungkapkan pengarang.

Pada sisi lain Squire dan Taba berkesimpulan bahwa sebagai suatu proses, apresiasi melibatkan tiga unsur inti yaitu:
a. Aspek kognitif berkaitan dengan keterkaitan intelek pembaca dalam upaya memahami unsur-unsur kesastraan yang bersifat objektif.
b. Aspek emotif berkaitan dengan keterlibatan unsur emosi pembaca dengan upaca menghayati unsur-unsur keindahan dalam teks sastra yang dibaca.
c. Aspek edukatif berhubungan dengan kegiatan memberikan penilaian baik buruk, indah tidaknya, sesuai tidak sesuainya, serta jumlah ragam penilaian.

3.   JENIS-JENIS PUISI
Ditinjau dari jenisnya, puisi atau sajak dapat dibedakan menjadi tiga yaitu :
•  Puisi lama,
•  Puisi baru,
•  Puisi modern dan
•  Puisi kontemporer.

a.  Puisi Lama
Puisi lama adalah puisi yang banyak terikat oleh aturan-aturan. Aturan-aturan itu antara lain jumlah baris dalam 1 bait, jumlah kata dalam 1 baris, persajakan, banyaknya suku kata tiap baris  maupun irama.

b. Puisi Baru
Puisi baru sering juga disebut sebagai sajak. Puisi baru lebih menekankan pada isi yang terkandung di dalamnya. Puisi baru merupakan pancaran masyarakat baru dan banyak dihasilkan oleh para sastrawan angkatan Balai Pustaka dan Pujangga Baru.

c. Puisi Modern
Menurut Jalil (1990) puisi modern ini muncul, sejak kehadiran Jepang di Indonesia. Walaupun kehadiran Jepang di Indonesia memberikan kesengsaraan bagi masyarakat, namun bagi penyair memberikan kandungan keuntungan yang sangat besar, yaitu adanya kebebasan menggunakan bahasa indonesia.

Kebebasan menggunakan bahasa indonesia oleh penyair, digunakan sebagai alat untuk menghembuskan napas kebencian pada Jepang. Penyair angkatan ini dikategorikan sebagai penyair angkatan 1945, dan karya-karya puisinya termasuk dalam kelompok puisi modern. Diantara puisi  modern; (1) berjudul “Aku” karya Chairil Anwar, (2) berjudul “Padamu Jua” Karya Amir Hamzah.

d.  Puisi Kontemporer
Sesungguhnya bagi angkatan pujangga baru yang masih hidup antara tahun 1966-1970, kehadiran puisi kontemporer pada mulanya tidak diakuinya, karena  mereka menganggap  bahwa puisi dari jaman revolusi ini bukan lahir dari penyair yang benar-benar penyair, karena tokoh dari puisi ini dianggap brengsek, namun sebenarnya tidaklah demikian. Kehadiran puisi kontemporer merupakan perkembangan puisi Indonesia. Tahapan dari karya puisi kontemporer tidak hanya mementingkan diri si penyair, tetapi tuntutan keharusan, kemestian dan kebenaran menjadi tahap yang utama dalam menciptakan sebuah puisi.
Tokoh puisi kontemporer adalah Taufik Ismail, Darmanto Jatman, Rendra, Sutarji Calzoum Bachri. Di antara puisi kontemporer yaitu; berjudul: Malam Sebelum Badai karya Taufik Ismail.

4.  ALIRAN DALAM KARYA SASTRA
Berbicara tentang aliran sastra, dalam karya sastra, dikenal beberapa aliran berikut:

1. Realisme.
Aliran sastra ini merupakan sastra yang melukiskan keadaan/peristiwa sesuai dengan kenyataan EKE apa adanya. Pengarang tidak menambah ataupun mengurangi suatu kejadian yang dilihatnya secara positif, yang diuraikan yang baik-baik saja.
2. Naturalisme.
Aliran sastra ini melukiskan sesuatu secara apa adanya yang dijiwai adalah hal-hal yang kurang baik. Contoh: Pada sebuah kapal karya Nh. Dini dan cerpen-cerpen Motinggo Busye.
3. Neonaturalisme.
Merupakan aliran baru dari aliran neturalisme. Aliran ini tidak saja mengungkapkan sisi jelek, namun juga memandang sesuatu dari sudut yang baik pula.
Contoh: Raumanen karya Marianne Kattopo, Katak hendak jadi lembu karya Nur Sultan Iskandar, dan Keluarga Purnama karya Ramadhan K.H.
4. Ekspresionisme
Yaitu aliran dalam sastra yang menekankan pada perasaan jiwa pengarangnya.
Contoh: Puisi-puisi karya Chairil Anwar, Sutardji CB, Subagio Sastrowardojo, Toto Sudarto Bachtiar.
5. Impresionisme.
Yaitu aliran dalam sastra yang menekankan pada kesan sepintas tentang suatu peristiwa, kejadian atau benda yang ditemui atau dilihat pengarang. Dalam hal tersebut, pengarang mengambil hal-hal yang penting-penting saja.
6. Determinisme.
Yaitu aliran dalam sastra yang melukiskan suatu peristiwa atau kejadian dari sisi jeleknya saja. Biasanya menyoroti pada ketidakadilan, penyelewengan dan lain-lain yang dianggap kurang baik pengarang. Contoh: Sebagian besar puisi angkatan 66.
7.  Surelaisme.
Yaitu aliran dalam sastra yang melukiskan sesuatu secara berlebihan sehingga sulit dipahami oleh penikmat atau pembaca.
Contoh: Bib-Bob (drama) Karya Rendra, Lebih hitam dari hitam (cerpen) karya Iwan Simetupang, Pot (Puisi) karya Sutardji Calzoum Bachri.
8. Idealisme.
Yaitu aliran dalam sastra yang selalu melukiskan cita-cita, gagasan, atau pendirian pengarangnya. Contoh: Puisi-puisi karya Chairil Anwar.
9. Simbolisme
Yaitu aliran sastra yang menampilkan simbol-simbol (isyarat) dalam karyanya. Hal ini dilakukan pengarang untuk mengelabui maksud yang sesungguhnya.
10. Romantisme.
Yaitu aliran dalam sastra yang selalu melukiskan sesuatunya secara sentimentil penuh perasaan.
Contoh: Dian Yang Tak Kunjung Padam, karya Sutan Takdir Ali Syahbana, Layar Terkembang karya Sutan Takdir Alisyahbana. Cintaku jauh di Pulau karya Chairil Anwar.
11. Psikologisme.
Yaitu aliran dalam sastra yang selalu menekankan pada aspek-aspek kejiwaan.
Contoh: Ziarah (roman) karya  Iwan Simatupang, Belenggu (roman) karya Abdul Muis.
12. Didaktisme.
Yaitu aliran dalam sastra yang menekankan pada aspek-aspek pendidikan. Dalam sastra lama banyak karya yang bersifat mendidik.
Contoh: Salah Asuhan, roman, karya Abdul Muis, Karena Kerendahan Budi, karya HSD Muntu, Syair Perahu, syair karya Hamzah Fansuri.
13 Mistikisme.
Yaitu aliran dalam sastra yang melukiskan pengalaman dalam mencari dan merasakan nafas ketuhanan dan keabadian.
Contoh : Syair Perahu, karya Hamzah Fansuri, Nyanyi Sunyi, karya Amir Hamzah, Kekasih Abadi, karya Bahrum Rangkuti, Rindu Dendam, karya J.E. Tetengkeng.

5.     PENDEKATAN DALAM KARYA SASTRA

1.  PENDEKATAN MIMETIK
Pendekatan yang berupaya memahami hubungan karya sastra dengan realitas/kenyataan (berasal dari kata mimesis (bahasa Yunani) yang berarti tiruan)
Realitas: sosial, budaya, politik.
Karya Sastra

2.  PENDEKATAN EKSPRESIF
Pendekatan yang memfokuskan perhatiannya pada  sastrawan sebagai pencipta atau pengarang karya sastra.
Pengarang Karya Sastra, ide, gagasan, emosi, pengalaman lahir batin

3.  PENDEKATAN PRAGMATIK
Pendekatan yang memandang karya sastra sebagai sarana untuk menyampaikan tujuan tertentu kepada pembaca.
Karya sastra pembaca
Kelemahan: cenderung menilai karya sastra menurut keberhasilannya dalam mencapai tujuan tertentu kepada pembaca.
Perkembangan selanjutnya: RESEPSI SASTRA

4.  INTERTEKSTUALITAS
Kajian intertekstualitas dimaksudkan sebagai kajian terhadap sejumlah teks, yang diduga mempunyai bentuk-bentuk hubungan tertentu, misalnya untuk menemukan adanya hubungan unsur-unsur intrinsik seperti ide, gagasan, peristiwa, plot, penokohan, gaya bahasa, dan lain-lain. Karya sastra yang dijadikan dasar penulisan bagi karya yang kemudian disebut sebagai hipogram.

5.  DEKONSTRUKSI
Pendekatan dekonstruksi bermaksud untuk melacak unsur aporia, yaitu berupa makna paradoksal, makna kontradiktif, makna ironi, dalam karya sastra yang dibaca. Unsur dan atau bentuk-bentuk dalam karya itu dicari dan dipahami justru dalam arti kebalikannya. Unsur-unsur yang “tidak penting” dilacak dan kemudian “dipentingkan”, diberi makna, peran, sehingga akan terlihat perannya dalam karya yang bersangkutan.

6.  PENDEKATAN SEMIOTIK
Semiotik adalah tanda sebagai tindak komunikasi dan kemudian disempurnakan menjadi model sastra yang mempertanggungjawabkan semua faktor dan aspek hakiki untuk pemahaman gejala susastra sebagai alat komunikasi yang khas di dalam masyarakat mana pun.

7.  PENDEKATAN HISTORIS
Puisi adalah curahan pikiran dan perasaan penyair yang mengandung rima dan irama serta di ungkapkan  dalam bentuk bahasa yang tepat, cermat dan padat. Puisi juga merupakan bentuk kesusastraan yang paling tua. Puisi sebagai salah satu jenis sastra yang dapat di kaji dari macam-macam aspek, seperti di kaji dari struktur penyusunnya, jenis-jenisnya dan dapat juga di kaji dari sudut kesejarahannya. Hal ini mengingat bahwa dari masa kemasa,dan bahkan sampai saat ini puisi selalu ditulis.

LANGKAH-LANGKAH PENDEKATAN HISTORIS
* Memahami puisi
* Mengetahui tahun diciptakannya puisi
* Mengidentifikasi peristiwa sejarah puisi
* Memahami fakta yang terjadi pada puisi itu dibuat
* Memahami peran penyair
* Menghubungkan identifikasi tahun dan peristiwa sejarah yang dimuat dalam puisi dengan         peran dan fakta sejarah yang terjadi pada saat penciptaan puisi.

 “ SEPULUH  PUISI F. RAHARDI”

PUISI-PUISI KARYA F. RAHARDI

1. DOA-DOA DESEMBER
kita lihat diri kita : gelap
kita kecap diri kita : pahit
kita adalah bayangan-bayangan gelap dan pahit
kita menulis, kita menangis
kita tertawa, kita berdoa
: ya tuhan
mengapa kau tak mau turun untuk minum-minum
bersama kami di kantin ini
agar kita bisa bicara
agar kami punya kepastian-kepastian
di sini.
1969

2.  HUJAN DI PENGHABISAN MUSIM
laksana kepingan mawar yang putih
langitpun mekar dan rontok
di atas kota itu
matahari mengibas-ngibaskan jambulnya
yang basah dan lembab
tak ada yang dapat ditertawakan
tak ada yang patut kita tangisi
jenguklah
dari jendela kamarmu yang longgar
seekor camar melintas di udara
di antara tetes-tetes yang malas
anginpun habis
dan dahan-dahan mahoni
mengacungkan canggalnya
lurus ke atas

3.  NATAL DI BAWAH POHON MANGGIS
Di bawah pohon manggis ada
lampu teplok
kandang kambing
gerimis
tanah becek
dan kentongan dipukul sebelas kali
hari sudah demikian malam
dan dingin
hari sudah sangat sepi
katanya
pada malam seperti inilah
yesus dilahirkan
tak ada lilin
tak ada lonceng
tak ada baju bagus
hanya mantel butut
bau kencing kambing
mata ngantuk
badan capek
dan udara malam
yang betul-betul dingin
katanya,
yesus dilahirkan di tempat seperti ini
di timur tengah sana
dulu, 2000 tahun yang lalu.
Jakarta, 1989
***

4. KEPADA MARIA I
seekor labah-labah kecil yang nakal
melilitkan benangnya di leherku
lalu dengan diam-diam ia pun merayap sejauh
empat ratus mil
dan membangun perangkap di sudut kamarmu
di rongga yang gelap dan dingin itu
ia pun memasang jaring-jaringnya
dan dengan sabar ditungguinya
dari waktu ke waktu
siap menjerat seluruh tubuhmu.
1974.

5. KEPADA MARIA II
alangkah mudahnya kunang-kunang itu
menembus mataku
dan berkelip-kelip kecil
dan jauh sekali
dalam mimpiku
berapa kalikah jam dinding tadi
berbunyi
tanyaku dalam igauan
dalam kelam malam
yang panjang dan lengang
kecil sekali
dan jauh
(sekecil dan sejauh itukah
: kau).
1974.

6. GAMBAR-GAMBAR DI DINDING KAPEL
gambar-gambar kecil di tembok kapel
sangat banyak berkata-kata padaku
tentang jamannya
tentang tangan-tangan yang menggarapnya
ada lampu-lampu
ada jendela-jendela yang mengantar sinar dari luar
dua-duanya membantu
berjam-jam mataku terpaku
badanku pun makin gemetar jadinya
menatap tokoh-tokoh di gambar itu
betapa besar mereka
betapa banyak yang dikatakannya
dan kami menjadi domba-domba yang bodoh
terperangkap
di kapel yang kecil ini.
1974.

7.  SEBAB BUKAN WAJAHKU SEBAB BUKAN WAJAHMU
di dinding kamarku
tergantung sebuah cermin
besar dan bundar

ada bayang-bayang ganjil
terpantul di cermin itu
pudar dan samar
(wajah siapakah gerangan
sebab bukan wajahku
sebab bukan wajahmu
yang nampak di cermin itu)
wajah siapakah gerangan
tanyaku sambil melongok
ke belakang cermin itu
dingin dan sepi.
1974.

8.  PENJELASAN MENTERI PENERANGAN TENTANG TUYUL
udara AC sentral
block note
ball pen
tape recorder
kamera TIVI
tangan wartawan
mulut-mulut yang melongo
semua menunggu
menteri itu datang
ajudan mengepit map
mata ditebarkan
mulut disenyumkan
dan penjelasan itu mengalir lancar seperti
cucuran air terjun tawangmangu
saudara-saudara
selain hal-hal seperti yang telah saya sebutkan
tadi
dalam sidang kabinet harian
juga disinggung pula masalah tuyul
sejenak menteri diam
ruang AC kegelian
wartawan tertawa
kamera dibidikkan
kentut ditahan
menteri melanjutkan penjelasan
dalam beberapa bulan terakhir ini
masyarakat telah dibikin resah oleh sebuah isyu
mengenai tuyul
tanpa jelas asal-usulnya, tahu-tahu isyu tentang
tuyul ini
telah beredar luas mulai dari Padang sampai
Ambon
akibat isyu tuyul itu
ayam kampung dan itik telah berhenti bertelur
listrik mendadak turun voltasenya
dan hama tikus serta wereng cokelat
telah merajalela dan menghancurkan
beberapa buah lapangan golf
pendek kata
akibat isyu tuyul itu stabilitas nasional
telah guncang
pembangunan yang dulu lancar sekali itu
sekarang macet total
untuk itu bapak presiden telah memberi
petunjuk agar isyu tuyul itu
segera ditangkal secara tuntas sampai ke
akar-akarnya
dalam sidang kabinet barusan
telah diputuskan
istilah tuyul akan segera dihapus dari kamus
dan diganti dengan istilah baru yang lebih
canggih
ingat saudara-saudara
istilah lonte yang kasar dan berkonotasi porno
itu
telah berhasil dengan sukses diganti istilah baru
yang jauh lebih sopan
wanita tuna susila atau lazim disingkat WTS
istilah mobil yang kesannya kebarat-baratan itu
sekarang sudah berhasil dicarikan padanannya
yang lebih mencerminkan
suasana timur : kendaraan bermotor roda empat
ini jelas lebih pas
untuk itu, tadi bapak presiden telah memberi
petunjuk
pada menteri pendidikan agar segera
membentuk sebuah tim
guna merumuskan istilah baru yang lebih sesuai
sebagai pengganti
kata tuyul
tadi penjelasan saya tentang adanya isyu
tuyul
selanjutnya dalam sidang kabinet barusan
juga dibahas pula indeks harga kebutuhan
bahan pokok
termasuk sayur-mayur terutama dalam rangka
menghadapi hari raya lebaran
menurut catatan pihak yang berwajib
harga cabe keriting di pasar induk Kramat Jati
tercatat Rp 1.750,00 per kg
harga ikan asin ………………………
Jakarta, 1989

9.  SEHABIS NONTON JAM DUA BELAS
seperti dilepas dari kurungan
kamipun bubar dan bergegas
mengenali wajah-wajah kami sendiri
di aspalan yang keras
lampu-lampu sudah surut sinarnya
pintu-pintu sudah terkancing seluruhnya
haruskah aku menuju ke rumah itu lalu
memanggili namamu
o, malam
tangan-tangan dingin di atas pundakku
langkah yang letih
lorong-lorong mengejang
dan patah di tikungan

10. Definisi Tuyul
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia
yang disusun oleh
Tim Penyusun Kamus Pusat Pembinaan dan
Pengembangan Bahasa
Departemen Pendidikan dan Kebudayaan dan
diterbitkan oleh
Balai Pustaka Jakarta 1988 – Entri terakhir
huruf T-halaman 978
Tuyul (Konon berdasarkan cerita masyarakat
yang ada)
makhluk halus berupa bocah berkepala gundul
yang oleh
orang yang memeliharanya dapat diperintah
untuk mencuri
uang dsb.
1989

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: