PERCAKAPAN KAKEK DAN NENEK KAMPRET

19/10/2015 at 11:24 (puisi)

Mula-mula matahari tenggelam
dengan sangat anggunnya
di sebelah tiang listrik
lalu udara menjadi dingin
lalu mobil-mobil dan motor
menyalakan lampunya
lalu suara gemuruh
lalulintas Cawang-Priok itu
berangsur makin tidak begitu gemuruh.

Syahdan,
pada ketika itulah
seekor kampret
yang sedari tadi pagi ngumpet
di celah lengan Sosrobau
di kolong jalan layang tol
di dekat perempatan Rawamangun
terbangun dari tidur siangnya.

Dia lalu meluncur
ke arah lapangan golf
melewati pohon-pohon akasia
pohon-pohon cemara laut
lalu dijelajahinya padang rumput itu
dengan sikap santai sambil mencaplok
nyamuk dan kutu loncat

Cuaca sepi
udara nyaman
suasana padang golf
betul-betul afdol
tak ada lagi menteri-menteri
tak ada lagi kadi
tak ada lagi jenderal
tak ada lagi konglomerat
presiden pun sudah mengaso
di rumahnya
sambil menimang-nimang
cucu yang lucu
sambil nonton film Amerika
di televisi.

“Malam hari
lapangan golf ini memang
punya kami,”
kata para kampret itu
dengan bahasa kampret.

“Kami leluasa masuk
dengan nyelonong begitu saja
tanpa ditegur satpam
atau dipelototi ajudan
ini memang lapangan golf
para kampret
Tuhan Maha baik
dan pemurah
di tengah Jakarta yang berisik ini
masih ada rumput
ada pohon-pohon
ada nyamuk yang gemuk-gemuk
dan kutu loncat yang lezat
ada udara yang nyaman
dan privacy para kampret pun
amat sangat terjamin keamanannya.”

Syahdan
selain para kampret yang
selalu hapy tadi
ada pula sepasang kampret tua
yang senantiasa dirundung rusuh
berikut petikan percakapan mereka.

Kakek Kampret :

“Tuhan memang tidak adil
manusia memang brengsek
zaman memang sangat runyam
aku sangat sengsara
sangat menderita
kenapa ajal tak kunjung tiba
kenapa aku tidak mati-mati
kenapa aku tenang-tenang saja nek?”

Nenek Kampret :

“Tuhan itu adil
manusia juga banyak yang
tidak brengsek
zaman ini ya memang musti begini ini
you saja yang brengsek
kerjanya ngeluh melulu
lihat tuh cucumu
betapa dia sangat hapy
meluncur-luncur
mengitari lapangan golf
dia gemuk
sehat
dan sangat lucu
dia benar-benar bahagia
dengan dunianya
mbok ya nyebut to kek.”

Kakek Kampret Tersedu-sedu :

“Aku menangis
aku sangat terharu pada cucuku
tapi aku juga ingat pada anakku
yang gugur di gua kapur
di Citeureup sana
yang digusur
digempur
dan batu-batunya dibuat semen
aku menangis nek
lihat nih = air mataku
mengucur deras!”

Nenek Kampret :

“Sampeyan ini memang kampret
sentimentil
senangnya lagu-lagu nostalgia
mbok ya syukuri
yang sekarang ini tersedia
kolong jalan layang tol kokoh
canggih
tak akan ada yang berani
menggusur
juga celah-celahnya sangat
comfortabel
kita bisa kencingi baby bank
kita bisa beraki BMW
Indonesia itu demokratis kek
Negara ini sangat makmur
kita cukup meluncur ratusan meter
dan ada nyamuk yang gemuk-gemuk
di lapangan golf
la kok sampeyan malah sedih
sengsara dan loyo.”

Kakek Kampret Marah

“Aku loyo?
Coba sediakan 10 gadis kampret
akan kugagahi seluruhnya
sekaligus
sampai tandas.

Kamu yang justru sudah peyot
aku muak dengan semua yang antifisial
aku sebel dijepit balok-balok beton
berisik
penuh asap knalpot
sesak napasku
lapangan golf itu juga ngehek
pohon-pohonnya terlalu diatur
lain dengan gua kita dulu
sejuk
sepi
ada stalaktit, stalakmit
air menetes
pohon-pohonnya sangat alami
sehat
pokoknya dulu itu baik
sekarang semua ngehek.”

Nenek kampret bosan ngomong
dia hanya bilang
“Terserah situlah!”
lalu dia diam saja dan
menyusul cucunya yang masih saja
menjelajahi lapangan golf Rawamangun.

Kakek kampret
menggelantung di dahan
pohon cemara di pinggir jalan raya
dan memandangi semuanya
dengan sorot mata sayu.

***

Fragmen Migrasi Para Kampret

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: