KAMPRET DAN SETAN

02/11/2015 at 11:13 (puisi)

Aku sakit
mungkin sudah mau mati
aku sendirian
susah.

(Puncak Monumen Nasional itu
siang jam dua belas
disundut bola matahari dan berpijar
Kampret itu setengah matang).

Mataku panas dan berdarah
seperti kena pisau silet
semua silau.

(Di bawah Monumen Nasional itu,
kereta api Jabotabek
merangkak di atas rel layang
Presiden dan para menteri bersidang
tukang bajaj ngetem di depan
Stasiun Gambir dan tukang
sapu memungut daun akasia satu demi satu).

Mungkinkah aku bisa kembali cuek
masa bodoh dengan hal-hal
yang brengsek itu?
aku memang bisa kembali ke
kolong jalan layang tol
lalu makan nyamuk dan kutu loncat
di lapangan golf Rawamangun
lalu hidup ini jadi nyaman
tak ada lagi masalah
tapi aku tak mungkin
memutar ulang hidup ini
seperti memutar kaset
aku sudah terlanjur makan
buah pengetahuan baik dan jahat
aku tak mungkin menghapus
memori otak ini seperti
menghapus disket
lalu mengisinya dengan memori baru
brengsek.

Mungkinkah Tuhan para manusia
itu mau memperhatikan
diriku seekor kampret yang sedang
sekarat ini.
Tuhan, berilah aku mukjizat.

(Siang itu di Mesjid Istiqlal
manusia bersembahyang Jum’at
di halaman Kathedral
berderet mobil diparkir.
Jauh di atas sana
Tuhan menyimak satu per satu
doa para manusia bukan
doa seekor kampret).

Baik
kalau Tuhan para manusia itu
lagi repot
aku akan minta keajaiban dari setan.

Setan!
beri aku kekuatan.

(Siang itu sesosok setan
sedang meronda kota Jakarta
dan kaget melihat seekor kampret
sekarat di puncak Monas dan
memanggil-manggil dirinya.
Setan itu mendekati
halo kampret sengsara,
saya setan, ada yang bisa
kubantu?

Ya, beri aku kekuatan
jadikan aku kampret super
jadikan tubuhku seberat 5 ton
dan berkilauan berlapis emas
seperti puncak monas itu.

(Setan itu tertegun)

Kamu minta saya kasih
kesaktian pada kamu?
kamu minta mukjizat
pada setan?
Pret, pret!
sekarang ini kan abad bisnis
mukjizat itu komoditas mahal pret
langka
kok lu mau minta gratisan
ilmu darimana itu?
dari Hongkong?

(Kini kampret sekarat itu yang
ganti tertegun).

Lho, jadi kamunya mau minta bayaran?
baiklah setan, kau mau minta
dibayar berapa?

Berapa?
dalam kamus setan tidak pernah ada bilangan
tidak pernah ada jumlah
begini pret,
kalau you serius, Ike akan kasih tahu
Kalau you minta-minta sama Tuhan
imbalannya apa coba pret?
tidak ada!
Tuhan itu maha murah
dengan Tuhan,
tidak ada imbal beli
lain dengan kamu, setan!

Bohong!
pan Tuhan selalu minta you untuk
ikut perintah-perintahnya
dan tak boleh ngebantah
atau ngelanggar kan?

Ya memang begitu!
itu normal, dia yang mencipta kok

Nah, Itu justru imbalannya!
dulu waktu sesepuh manusia yang
namanya Adam dan Hawa
ikut maunya saya
dan ngelanggar maunya Tuhan,
e, dienye sewot.
itu cowok dan cewek pertama di dunia ini
diusir dari Eden
dengan cara kasar sekali.
apa tidak gemblung itu?
jadi bisnis is bisnis pret.
Tuhan juga bisnis lo
cuma kelasnya saja yang beda dengan kamu,
you minta jadi hebat,
bisa
mau tidak tembus peluru juga mudah kok.
mau bisa menghilang, oke
mau apalagi?

Tapi aku minta you patuhi
perintah-perintah beta
jangankan elu pret
yang namanya manusia
makhluk Tuhan yang paling mulia pret
tunduk pada perintah beta
beta suruh saling bunuh, pada nurut
beta suruh maling, pada jadi maling
beta suruh jadi ngehek, ya pada patuh tu?
itu manusia pret
ngapain elu kagak ikut beta?

(Kampret itu meski lagi sekarat
harga dirinya jadi tersinggung,
dia marah
setan itu disemprotnya habis-habisan)

dasar setan
minggat sana lu!
saya tidak perlu setan
saya sebel lihat tampang lu
ayo pergi!

Iya deh saya pergi
sebenarnya kamu juga mau bilang
tidak perlu Tuhan
begitu kan pret?
gitu aja kok pake malu-malu
ngaku sajalah
Tuhan juga tidak you perlukan kan?

Itu bukan urusan kamu
Tuhan itu baik,
Dia maha baik.

Iya deh, Tuhan memang mooi
saya yang jahat
pokoknya kalau ada yang jahat-jahat
yang sadis-sadis
yang mesum-mesum
yang kotor-kotor
yang brengsek
semua memang
kerjaan setan
saya pergi deh,
daag kampret!

***

Fragmen Migrasi Para Kampret

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: