PERCAKAPAN DI GUNUNG RAJABASA II

14/12/2015 at 12:50 (puisi)

“Kampret
tahun 1989 atau 1990 agak lupa
saya pernah nulis sajak
tentang Lampung
sajak itu ikut termuat dalam
sebuah buku kumpulan sajak
berjudul Tuyul
dan diterbitkan oleh Pustaka Sastra
tahun 1990

Kayaknya pret
suasana sajak itu kok masih cocok
sama suasana Lampung saat ini
jadi selama kalian melintasi
propinsi Lampung
sajak itu kembali dimuat lengkap saja ya
setuju pret?”

“Setuju Oom”.

“Lho, jangan main setuju-setuju begitu saja
tidak usah takut
kalau kalian punya pendapat lain
silakan
berbeda pendapat itu sehat
bagaimana?”

“Kami memang setuju kok oom
kami percaya sama Oom”.

“Itu yang saya tidak mau
saya senang sama kampret
karena sikapnya yang tak penurut
jadi jangan asal bilang setuju
lalu tinggal ketok palu
kalau maunya begitu
saya ambil saja burung perkutut
yang jinak
atau beo atau bebek
mereka pasti nurut-nurut terus
jadi bagaimana pendapat kalian
kalau sajak itu dimuat lagi?”

“Baiklah Oom
lantaran situ yang maksa
terpaksalah kami berpendapat
tapi maaf ya Oom
kalau pendapat kami-kami
ini tidak berkenan di hati Oom
kan Oom yang paling berkuasa
dalam buku ini”.

“Itu gombal pret
basa-basi macam itu
adalah adat Jawa yang saya
justru tidak suka
langsung saja pendapat kamu
bagaimana”.

“Gini
pertama, pemuatan sajak itu
akan menunjukkan bahwa
Oom malas”.

“Kok bisa begitu pret?”
“Jelas
Lampung 1990 apalagi 1989
pasti beda dengan Lampung 1993
jadi mestinya Anda nulis lagi
yang lebih bagus”.

“Mestinya memang begitu pret
tapi ini bukan soal malas atau rajin
terus terang, saat ini
Lampung tidak begitu menggairahkan
bagi saya
apa saya mesti mengulang
nulis soal transmigran
singkong
kebun kelapa sawit
karet
atau apa lagi itu?
bosen dong”.

“Itu tadi yang pertama lo Oom
yang kedua
kalau sajak itu tampil lagi di buku ini
Oom sudah sama dengan
pedagang kaset”.

“Pedagang kaset pret?”
“Ya
begitu lagu Hati Yang Luka disukai
lalu direkam di mana-mana
didangdutkan, dibatakkan
dijawakan
di kaset seleksi pop masuk
di kaset pop pilihan ada
di kaset top pop ada juga
yang rugi pembeli”.

“Masih ada lagi pret?”
“Yang ketiga
sajak itu tidak begitu bagus”.

“Yang bener pret?”
“Betul
jelek memang juga tidak
tapi bagus juga belum
jadi ya biasa-biasa saja
masak sajak yang hanya biasa-biasa saja
mau dimuat di dua buku?”

“Jadi tegasnya kalian tidak stuju?”
“Tidak!”
“Gombal!”
“Tu, Oom marah kan?”

“Saya marah bukan lantaran
kalian punya pendapat beda
tapi lantaran lu plin plan
atau munafik
tadi pertama-tama bilang
setuju
bagus
sekarang ngehek
itu namanya gombal'”

“Lo, Oom
kalau Oom memang maunya dimuat
ya silakan
siapa yang mau melarang sih?”

“Itu lebih gombal lagi pret
sekarang kalian harus tegas
setuju atau tidak?”

“Tidak,
Tapi ………………….”

“Stop, tidak usah pakai tapi
segala macam tai kucing
saya sebenarnya ingin
itu sajak dimuat
tapi saya menghormati
pendapat para tokoh
kalian itu tokoh lo pret
jadi jangan peyat-peyot gitu
tidak setuju kan?”

“Tidak”.
“Bagus
saya putuskan untuk tidak dimuat
jadi kalau ada pembaca yang penasaran
ingin tahu sajak “Lampung”
silakan membacanya di buku Tuyul
harganya Rp 2.500,00
dapat dibeli di toko-toko buku
yang beken
sekarang bagaimana pret
ngapain kita
atau lu yang gantian cerita
dong
salah satu dari kalian gitu
atau dibentuk tim
atau pokja
capek saya
setuju kan kalian?
bagaimana?
jangan pada bengong gitu
sudahlah
pokoknya saya mau cari hotel
di Bandar Lampung
mandi, ganti baju, makan
lalu tidur,
saya tunggu di Palembang
dan kalian harus bikin
laporan perjalanan lengkap
minimal 5 halaman
sudahlah
jangan protes
jangan tanya-tanya
sana terbang semua
hari sudah sore.

***

Fragmen Migrasi Para Kampret

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: