GUNUNG SAKARINI

15/02/2016 at 12:50 (puisi)

1. malam hari :
bagai cahaya pecah di jelaga
seperti pancaran obor di lapangan
sebuah desa kecil mengertap di gigirmu
gajah yang lelah, terbungkuk-bungkuk
melangkah
beban yang menghimpitmu lumayan beratnya
kandang sapi yang gelap
ladang-ladang kurus
sebuah gubuk penunggu jagung
alangkah sepinya
perapian itu – sepinya.

2. siang hari :
tak ada yang ganjil di tempat ini
batang-batang sengon mengejang di tanjakan
jalan setapak ke desa
laki-laki memikul tahi sapi
begitu setia dia pada keyakinannya
pada matahari, pada musim
pada impian-impian di tikar pandan
di kelokan, alang-alang liar berdansa
dengan angin
tak ada yang ganjil di sini
tak ada yang aneh di tempat ini
tak ada

16 Mei 1974

Pernah dimuat di Harian Kompas, 6/1-‘76

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: