ZOHRAH PAGI DAN SEBUAH HALTE BIS KECIL

22/02/2016 at 13:56 (puisi)

bercahayalah ia di gelap remang begini
membelalak : biru-hijau-kuning-merah
tenang tak berkedip-kedip
di gelap remang begini
meretih dahan basah daun dijilat api
kami nyalakan lagi unggun ini, perdiangan ini
bangku-bangku tunggu yang bisu
dan di atasnya kami berbaring dengan lesu
dan kelihatanlah papan-papan hitam
pengumuman tentang was-was akan arti-arti
mimpi
di jalanan kota ini
deretan rumah, bangunan-bangunan sekolah
toko-toko kecil yang diam, kantin yang sepi
di aspalan ini embun pun mencair
bau semu : warung-warung kopi
kedai-kedai nasi
pelita jaga yang sunyi
mengapa Kau ijinkan
roma kami tegak berdiri
dihantui ketentuan-ketentuan hari nanti
dan teka-teki tentang nasib anak-istri?
taksi itu membatu di trotoar
siapa bersama sepoi dingin ini?
sunyi : anjing-anjing di tempat sampah
dan sisa-sisa malam berangsur-angsur
ia kabur
di langit arah timur

Boja, 14 Juli 1969

Pernah dimuat di Majalah Basis, September 1972

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: