SI SEPI

29/02/2016 at 11:49 (puisi)

kupotong si sepi dengan
gergaji kubedah
kuremuk kuamuk
si sepi yang
hampir mati
kubunuh
kusempurnakan
sepinya

1975
Pernah dimuat di majalah Horison, April 1978

PASAR BOGOR

ada beberapa onggok rambutan yang kuning
di pinggir jalan
ada beberapa buah kol di keranjang seorang ibu
ada beberapa buah los sayuran yang ramai
dan sesak
kios-kios rokok, toko-toko kelontong
dan di sebuah tikungan seorang tukang sampah
kecapaian
terlalu berat beban yang dipikulnya
sebuah gerobak dorong; beberapa buah sapu
anak-anak kecil dengan cepat berlalu
berjingkat-jingkat mereka
menyelinap di kerumunan orang-orang itu.

Bogor, Januari 76
Pernah dimuat di Harian Suara Karya, 6/2-‘76

DALAM BIS

angin dan langit bersatu di jendela bis
suhu merendah dan seorang ibu yang tua
terbatuk-batuk di depanku;
senja makin lama makin kekal rasanya
tikungan demi tikungan – tanjakan yang terjal
apakah artinya sebuah perjalanan?
hanya untuk memuaskan keinginan atau
sekedar menuruti langkah kaki yang tak
tentu ini?
akhirnya sama saja; mereka yang diam itu
atau yang hanyut dalam obrolan yang
mengasyikkan
sopir serta kondektur itu
menyerah pada sang waktu
betapa sepinya; mereka itu turun satu persatu
tanpa menoleh
tanpa bertanya ini atau itu
dan tak satu pun yang menegurku.

Bogor, Januari ‘76
Pernah dimuat di Harian Suara Karya, 6/2-‘76

1 Komentar

  1. tukangkabar said,

    puisi yang luar biasa. terima kasih sudah mempublish kembali di dunia maya yang ramai ini.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: