APA YA SEBABNYA, APA

21/03/2016 at 11:48 (puisi)

apa ya sebabnya
kata-kata itu kok penting
dikumpulkan dan dibundel jadi kamus
begitu aku bertanya pada yang ahli
tidak pernah dijawab
aku pun kemudian pulang dan dingin

apa to sebabnya
maling ayam kok dipukuli
apa to salahnya
sopir oplet kok dicacimaki
begitu tanyaku pada yang berwajib
aku dijawab
lalu pulang dan ngantuk

sebabnya apa to
he, sebabnya apa
aku kok selalu takut
was-was saja
akan ada kejadiankah
aku tidak bertanya pada siapa-siapa
dan bersetubuh

tuli semua
orang-orang ini
apakah rusak kupingnya
yang kiri
apakah terganggu
yang kanan
tidak bisa dipakai
aduh oom, aku cinta

yang bersangkutan harap hadir
yang berkepentingan supaya maklum
yang bertanggungjawab siapa sih
ada kejadian kok diam
apakah sulit berkata
atau sedih
begitu aku menuduh khalayak ramai
semua ramai dan semrawut

memang sulit hidup bersama
di asrama misalnya
tidur malam jam sepuluh
di penjara misalnya
mereka main bal
dan aku sebenarnya ingin sekali bertanya
atau ke surga atau ke neraka ya
aku ini kelak kalau mati
dijawab tegas
aku letih dan rematik
apa sebabnya, apa sebabnya
jawablah
mengapa matahari terlambat
mengapa kata-kata
kalau dibandel menjadi kamus
rahasia apa gerangan
yang tersimpan di sana
rahasia gaibkah
aku bertanya-tanya begitu pada diriku
tidak dijawab
aku mencret di sawah
dan tersenyum

apa ya sebabnya
apa to yang sebenarnya
telah terjadi pada diriku
selama ini
jawablah

sebabnya saja
aku ingin tahu
ini kok begini
ini kok begitu
sedang yang lain kok
tidak sama
begitu aku bertanya pada yang tahu
dijawab
tapi lucu dan tidak masuk akal
aku meringis

maka akhirnya aku bertanya
pada yang maha tahu
apa to sebabnya diriku ini
kok begini
dan tidak begitu
hanya sepi
maka aku pun kesepian
dan
muntah-muntah.

3 Peb. 75
Pernah dimuat di Majalah Horison, Juli 1977

HALO – DAN DIA DIAM

kabarnya
dia berkerabat dengan hujan
(hujan yang bagaimanakah yang dipilihnya)
hujan gerimis, rintik, kecil-kecil
hujan angan-angan
hujan keras
hujan badai besar-besaran
atau renyai saja
dan datang sore-sore
jatuh di ladang
bertaburan di hutan
menyemprot kota-kota
membasahi rumah-rumah yang bocor atapnya
rumah siapa
di mana
di manakah letaknya yang persis
rumah itu

adakah tertera di peta
adakah tersurat di kitab-kitab
bagaimana mestinya sambutan itu
yang pantas
halo begitukah

dia berwarna hitam
(hitam yang bagaimanakah
yang bagaimana )
hitam sungguh-sungguh
dan gelap
seperti rambut binimu itu
atau hanya kelabu saja
hitam samar-samar
hitam sedikit-sedikit
hitam manis
dan tanganmu meraba-raba
makin sempurna
malam pun makin sempurna
matahari dan bulan
lampu-lampu dan bintang padam semua
di luar masih hujan
lengkaplah warnamu
hitam sungguh-sungguh
lalu kusambut dia sopan-sopan
halo
dan dia diam

dia bernama sepi
sepi yang mana
sepi yang bagaimana
sepi yang hebat
karena kita terpelanting ke mari
di bawah matahari ini
atau sepi kecil-kecilan saja
sepi yang ringan
yang datang sore-sore
di kala nganggur
lagi tak ada kerjaan
maka kusapa dia ramah-ramah
halo
dan dia diam
mengapa dia diam
mengapa tak bersuara
mengapa hujan
mengapa malam warnanya hitam
mengapa matahari dan bulan
mengapa lampu-lampu
mengapa bintang
padam semua
mengapa sepi
halo
dan dia diam

benarkah sepi itu nama aslinya
atau hanya samaran
sekedar titel
embel-embel yang manis
julukan yang angker
hanya kau yang tahu persisnya
halo
ngomonglah
dan dia diam

atau kuping kita yang rusak
atau mata kita kurang awas
atau teguran kita tak sopan
atau yang mana yang salah
halo
jawablah
dan dia diam

karena dia bernama diam
karena memang tak dapat
bersuara
begitukah
karena bisu
karena belum tiba
waktunya
waktu
(?)
waktu itukah yang harus kita tunggu
apakah yang kita tunggu
mengapa kita tunggu
dia

siapa
siapa dia
halo
dan dia diam

4-12-‘73
Pernah dimuat di Majalah Horison, Agustus 1975

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: