UPACARA TUJUHBELASAN DI KANTOR KELURAHAN

08/09/2016 at 11:20 (puisi)

Selembar kain merah
dan selembar kain putih
yang dibeli di pasar Ciroyom Bandung
bisa saja dibuat daster
gorden, taplak meja atau kain pel

Tapi setelah Bu Lurah
menjahitnya menjadi satu
lalu seorang Hansip
mengikatnya pada sebatang bambu
dan menancapkannya
di halaman kantor kelurahan
kain itu lalu jadi lain

Komandan Hansip
ibu-ibu PKK
anggota LKMD
rombongan kesenian calung
dan Pak Lurah serta Bu Lurah
lalu patuh pada anak SMP
yang memberi aba-aba
mereka menyanyi
mereka berderet dengan sikap tegap
mereka mengheningkan cipta
mereka memberi hormat pada
kain yang berkelebat-kelebat itu
dan Cecep yang berkunang-kunang matanya
di bawah matahari
Neneng yang kehausan
Akang yang baru menyadap nira
dan separo warga kampung itu
semua berdiri tegak di luar pagar halaman
dan tetap tertib dan bertahan
meskipun angin kemarau
menerbangkan debu
menerpa kain jemuran
dan menggerakkan kain merah
dan kain putih itu berkibaran di langit
yang biru cerah.

***

Kumpulan Sajak Pedato Akhir Tahun Seorang Germo

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: