MIMPI SEORANG TUKANG SAYUR

17/10/2016 at 13:26 (puisi)

Seorang tukang sayur mimpi
dikejar-kejar panser
rasa takut dan beban yang sangat berat
telah menindih pundak
dan punggungnya hingga dia sulit sekali
bernapas

Hari itu gaduh
dalam mimpi berdurasi 120 detik
itu cuaca panas dingin
udara meneteskan keringat dan doa-doa
dipanjatkan oleh siapa saja di mana saja

Hari itu benar-benar gaduh
ada banyak debu banyak asap
banyak kaca-kaca pecah
terdengar letusan-letusan
seperti petasan
tetapi mungkin itu suara bedil

Tukang sayur itu sebenarnya sedang rileks
dagangannya sudah habis
uang menggembung di dompet
di saku celanyanya dan di kantung kresek
yang digantung di sisin gerobaknya
hari baru pukul sepuluh dan
cuaca cerah sekali
langit biru
sinar matahari belum terlalu panas
dia lalu duduk di sebuah bangku
yang tiba-tiba tampak seperti
dampar kencono
\Tukang sayur itu deg-degan
kok sepertinya dia menjelma
menjadi semacam raja atau
boss atau presiden
yang sangat canggih
di depannya lalu muncul rakyat
yang tampak bodoh dan gembel
berjejal-jejal
kumuh
dan baunya memualkan perut
“Rakyatku”, kata tukang sayur itu
dengan nada dibuat berwibawa
rakyat itu tetap gaduh
suara mereka tak pernah kedengaran jelas
ada yang minta permen
ada yang menuntut upahnya naik
ada yang mengadukan suaminya
semua jelas sangat bermasalah
“Rakyatku”, teriak tukang sayur itu
dengan suara berat namun keras
rakyat itu tetap tidak mau diam
mereka lalu mengacung-acungkan poster
yang tulisannya juga tidak jelas
kepulan asap muncul di bagian belakang
teriakan-teriakan makin terdengar berisik
“Baiklah, kalau kalian memang
susah diajak ngomong, saya akan
ambil tindakan tegas!”
Tukang sayur itu lalu berkomat-kamit
pasukan anti huru-hara datang
kaca-kaca mobil pecah
gerobak sayur itu terdorong beberapa meter
dan menabrak trotoar lalu
terguling dan diinjak-injak
sepatu lars
Tukang sayur itu tertegun
langit ungu
matahari ungu
angin ungu
panser-panser berdatangan
dan hari itu sangat gaduh
Tukang sayur ketakutan
ada sekarung kentang dan wortel
dan cabai keriting dan bawang merah
yang menindih pundaknya
dia pun berusaha lari

tetapi kakinya sulit digerakkan
rentetan tembakan kedengaran dekat
sekali di kuping
beberapa peluru seperti masuk ke dadanya
lalu diam saja di sana hingga
rasanya sakit sekali
Tukang sayur itu berusaha berlari dan
berteriak-teriak dan beban
di punggungnya justru menjadi
semakin berat
dia lalu jatuh dan tertindih
dagangannya
napasnya mulai sesak
ketika itulah dia menyerah
pasrah
lalu durasi mimpi itu
menunjukkan tepat 120 detik
dan sebelum
dimulai mimpi baru
diselingi comersial break.

***

Kumpulan Sajak Pidato Akhir Tahun Seorang Germo

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: