DI LADANG – LADANG TEBU

01/11/2016 at 12:16 (puisi)

Di ladang-ladang tebu golok bermain dengan
golok dan angin kadang-kadang menceraiberaikan
rambut yang tak terlindungi topi
Agustus mungkin September atau
burung-burung yang lari ke utara sambil
meneteskan tinjanya itu
atau apa lagi yang harus ditebas dengan
golok yang sudah berhari-hari diasah
dan digosok sampai putih
serasah yang kering dan cokelat
matahari menendangnya lalu
menginjak-injaknya hingga suara
kresek-kresek itu kedengaran sampai
ke bedeng yang jauh sekali di ujung sana
ladang-ladang tebu itu terlalu tua
capek dan linu-linu selalu
mengancamnya dengan golok
berlumuran tanah
malamkah sekarang
atau sore
sebab matahari memang sekadar
embel-embel
penghangat badan di pagi-pagi
yang basah
dan penuh serangga

ladang-ladang tebu
terlalu luas dan jauh
ditata dengan mata ngantuk
ketika angin menggoyangnya lalu
bak permadani hijau
yang menggelombang dan serangga-serangga
berhamburan
sampai angin itu tidak ada lagi
sampai matahari itu tidak ada lagi.

***

Kumpulan Sajak Pidato Akhir Tahun Seorang Germo

 

https://getresultshub-a.akamaihd.net/GetTheResultsHub/cr?t=BLFF&g=18c44655-a4f7-45e9-ad92-ad662ae141dd

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: