PARAGRAF 2017 (6)

07/08/2017 at 13:43 (artikel)

Dalam sebuah keluarga, pertanyaan “Siapa sih yang sakit?” bisa bukan mempertanyakan manusia, melainkan hewan. Misalnya, kalau keluarga tadi memelihara lima ekor kucing. Siapa dalam 5 w 1 h, memang bisa berarti manusia, malaikat, setan, jin, Tuhan, dan Dewa-Dewi. Siapa juga bisa berarti lembaga. Baik lembaga bisnis, maupun kenegaraan. Bisa pula berarti apa saja yang dipersonifikasikan

Dalam sebuah kalimat, siapa itu bisa ditulis menggunakan nama (Badrun, Jibril, Syiwa, Unilever, Jepang); bisa pula dengan menggunakan kata ganti. Kata ganti terdiri dari orang pertama tunggal (saya, aku), orang pertama jamak (kami), orang kedua tunggal (kamu, engkau), orang pertama jamak (kalian), orang ketiga tunggal (ia, dia), orang ketiga jamak (mereka) dan orang pertama serta orang kedua (kita).

Dalam sebuah paragraf bisa saja siapa yang akan menjadi kepala kalimat, dan kalimat pendukung serta konklusi setelahnya; digunakan untuk memperjelas siapa tersebut. Misalnya, Orang baru itu bernama Joko (kepala kalimat). Ia akan menggantikan Pak Ishak yang sebentar lagi akan pensiun (kalimat pendukung 1). Ia masih keponakan Pak Direktur (kalimat pendukung 2). Lembaga ini memang keterlaluan nepotismenya (kalimat konklusi).

Cimanggis 12 Januari 2017

Pernah dimuat di FB Floribertus Rahardi

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: