PARAGRAF 2017 (26)

15/01/2018 at 11:21 (artikel)

Di sebuah tempat kuliner yang cukup beken di Yogyakarta, Sang Pemilik Restoran mendatangi meja tamu satu per satu, menyapa dan mengajak ngobrol. Meja saya termasuk yang ia datangi. Setelah berbasa-basi, Sang Pemilik itu mengomentari rambut saya. “Maaf Pak, rambut Bapak yang menutup telinga itu akan berdampak ke rezeki yang masuk akan cepat sekali keluar!” Saya pura-pura terkejut, juga bertanya basa-basi lalu, Baca entri selengkapnya »

Iklan

Permalink Tinggalkan sebuah Komentar

PARAGRAF 2017 (25)

09/01/2018 at 15:49 (artikel)

Saya hobi mendaki gunung, karena nama saya Rahardi. Rah = darah/trah. Hardi/ardi = gunung. Jadi saya ini darahnya orang gunung, maka hobi naik gunung ya wajar. Ndilalah, waktu menjadi guru SD pada umur 17 tahun, mendapat tugas mengajar juga di Gunung Ungaran, Jawa Tengah. Karena ingin menolak takdir, saya kabur ke Jakarta. Tapi takdir konon tak bisa dilawan. Maka di Jakarta pun, selama 20 tahun tiap hari saya pergi ke gunung. Kali ini Baca entri selengkapnya »

Permalink Tinggalkan sebuah Komentar

PARAGRAF 2017 (24)

02/01/2018 at 17:02 (artikel)

Pada Zaman Orde Baru, “tidak bersih lingkungan” merupakan stigma politik yang ditimpakan oleh penguasa kepada sanak famili para bekas tahanan politik (Tapol) terkait G. 30 S. Premis yang digunakan oleh Penguasa Orba, pemberontak itu jahat. PKI pernah memberontak kepada negara, maka para anggota PKI dan ormas di bawahnya juga jahat. Si A merupakan anak (keponakan, cucu, cucu keponakan, ipar dll), dari si B. Si B merupakan anggota Lembaga Kebudayaan Rakyat (LEKRA). Lekra organ di bawah PKI. Maka si A juga jahat. Premis seperti ini disebut sebagai paragraf deduktif. Sesuatu yang sangat umum, ditarik ke kasus spesifik.
Paragraf deduktif, mensyaratkan sesuatu yang bersifat umum itu Baca entri selengkapnya »

Permalink Tinggalkan sebuah Komentar

PARAGRAF 2017 (23)

18/12/2017 at 16:05 (artikel)

Rabu pagi, istri saya bilang bahwa harga ikan laut naik. Saya jawab, pasti naik sebab sejak Sabtu hujan dan angin tak pernah berhenti. Apa hubungan hujan angin dengan harga ikan naik? Ya kalau hujan disertai angin, gelombang laut akan tinggi. Nelayan berhenti melaut untuk menangkap ikan. Karena pasokan berkurang sementara permintaan tetap, maka harga akan naik. Jadi, ketika ada hujan badai, harga ikan laut akan naik. Paragraf dengan logika seperti ini disebut paragraf induktif. Sesuatu yang sangat khusus (spesifik), ditarik ke gejala umum di masyarakat maupun alam.

Paragraf induktif seperti ini disebut generalisasi. Hari ini harga ikan naik, karena sudah beberapa hari badai. Jadi kalau ada badai, harga ikan akan naik. Generalisasi belum tentu benar. Di pasar swalayan, harga ikan laut stabil. Mau ada badai, atau cuaca cerah, harga akan tetap. Harga ikan di pasar swalayan baru akan naik kalau misalnya, Baca entri selengkapnya »

Permalink Tinggalkan sebuah Komentar

PARAGRAF 2017 (22)

11/12/2017 at 12:11 (artikel)

Mengejutkan, Ternyata Begini Judul Skripsi Jokowi Saat Kuliah di UGM. Itulah judul berita di sebuah Portal Digital. Setelah situs saya buka dan saya baca tulisan tersebut, judul yang disebut “mengejutkan” itu adalah “Studi Tentang Pola Konsumsi Kayu Lapis Pada Pemakaian Akhir di Kotamadya Surakarta”. Mengejutkannya di mana? Judul-judul menggunakan kata terkuak, heboh, geger, miris, merinding, dll. belakangan ini menjadi trend di Media Digital; yang kemudian dishare oleh netizen di media sosial.

Model judul seperti ini, sebenarnya sudah merupakan penipuan. Pembaca akan tertipu karena di dalam berita tak ada informasi yang mengejutkan, menghebohkan, menggegerkan, dan membuat miris. Judul paragraf (atau kepala kalimat) memang harus menarik. Kalau Baca entri selengkapnya »

Permalink Tinggalkan sebuah Komentar

PARAGRAF 2017 (21)

04/12/2017 at 12:52 (artikel)

Romo Mangun (J.B. Mangunwijaya) seorang sastrawan besar. Salah satu karyanya berupa novel berjudul Burung-burung Manyar. Membaca novel ini saya merasa capek. Bukan karena novelnya jelek, tapi karena kalimat dan paragrafnya panjang-panjang. Satu paragraf ada yang sampai satu halaman. Itulah kritik saya terhadap Burung-burung Manyar karya Romo Mangun. Kritikan saya ini tampaknya diketahui oleh Gus Dur. Dia membela Romo Mangun. “Saya denger Baca entri selengkapnya »

Permalink Tinggalkan sebuah Komentar

PARAGRAF 2017 (20)

27/11/2017 at 12:24 (artikel)

Selama menjadi Walikota Surakarta 2005 – 2012, Jokowi telah memindahkan Pedagang Kaki Lima (PKL) Barang Antik dari Taman Banjarsari ke Pasar Klithikan Notoharjo tanpa gejolak. Ini semua bisa terjadi karena persuasi. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, persuasi berarti 1. ajakan kepada seseorang dengan cara memberikan alasan dan prospek baik yang meyakinkannya; 2. karangan yang bertujuan membuktikan pendapat. Arti kedua ini tidak tepat, karena karangan (tulisan) yang bertujuan membuktikan pendapat bukan persuasi tetapi argumentasi.

Sebagai walikota, sebenarnya Jokowi bisa memaksakan kehendak berupa perintah agar para pedagang barang antik itu digusur dari Taman Banjarsari. Untuk itu bisa dikerahkan Satpol PP, Polisi dan Tentara. PKL tentu akan kalah berhadapan dengan penguasa. Tapi Baca entri selengkapnya »

Permalink Tinggalkan sebuah Komentar

PARAGRAF 2017 (19)

20/11/2017 at 14:02 (artikel)

Awal tahun 2000an, saya menjadi instruktur pelatihan menulis bagi guru-guru SMA di Badan Bahasa, Jakarta. Semua peserta berpendidikan S1, bahkan ada beberapa sudah S2. Saya dropout kelas 2 SMA, dengan penampilan yang sangat tak meyakinkan. Karenanya, para peserta pelatihan tak begitu menggubris saat saya ngomong. Saya tak perlu marah, membentak-bentak, apalagi sampai Baca entri selengkapnya »

Permalink Tinggalkan sebuah Komentar

PARAGRAF 2017 (18)

13/11/2017 at 17:06 (artikel)

Salah satu kelebihan Homo sapiens sapiens dibanding spesies lain, adalah kemampuan memaparkan ide dengan medium bahasa. Inilah yang disebut sebagai eksposisi. Dalam paragraf narasi, seseorang bercerita secara runut tentang sebuah peristiwa atau hubungan sebab akibat. Dalam deskripsi, seseorang melukiskan sosok fisik alam, benda, dan makhluk hidup; termasuk manusia. Dalam eksposisi, seseorang memaparkan ide, atau sesuatu yang abstrak. Paragraf tentang penjalanan dari rumah ke Bogor, merupakan paragraf narasi.

Saat seseorang melukiskan pemandangan di Kebun Raya Bogor, digunakanlah paragraf deskripsi. Kemudian untuk memaparkan pentingnya pohon bagi kehidupan manusia, seseorang akan menggunakan paragraf eskposisi. Meskipun disebut paragraf Baca entri selengkapnya »

Permalink Tinggalkan sebuah Komentar

PARAGRAF 2017 (17)

06/11/2017 at 13:29 (artikel)

Dua kali saya membaca tulisan tentang perburuan ikan paus di Lamalera, Lembata, NTT, yang ditampilkan oleh Harian Kompas. Waktu membaca tulisan itu, saya membayangkan pantai Lamalera itu landai seperti pantai Ayah di Kebumen, Jawa Tengah. Saya bebas berimajinasi, sebab tak ada deskripsi tentang pantai dalam tulisan tersebut. Ketika saya berkesempatan datang ke Lamalera, alangkah kaget, sebab pantainya curam, dan tempat pendaratan perahu sangat sempit.

Si penulis feature tampaknya lalai tak mendeskripsikan kondisi pantai Lamalera hingga yang saya bayangkan, lain dengan kenyataan. Deskripsi menjadi tak diperlukan, apabila dalam sebuah paragraf terdapat illustrasi, berupa gambar atau foto. Andaikan Baca entri selengkapnya »

Permalink Tinggalkan sebuah Komentar

Next page »