“PERCERAIAN” PROSA DAN PUISI

07/06/2016 at 15:07 (artikel)

Makalah Kemah Sastra Medini 23 April 2016

F. Rahardi

Sebenarnya Panitia Kemah Sastra minta saya mengulas tentang “Perkawinan” Prosa dengan Puisi. Sebab belakangan memang ada kecenderungan seperti itu. Puisi makin bernarasi, prosanya menjadi puitis. Tapi ternyata prosa dan puisi itu sebenarnya  tidak pernah kawin. Mereka sekadar rindu pada masa lalu saat prosa dan puisi merupakan satu kesatuan.

Dalam sastra purba, prosa dan puisi memang merupakan satu kesatuan yang tak terpisahkan. Contohnya dalam Epik Gilgamesh, yang ditulis tahun 2.100 SM di Sumeria (lembah Sungai Tigris dan Euphrat), yang sampai sekarang masih dianggap sebagai salah satu Baca entri selengkapnya »

Permalink Tinggalkan sebuah Komentar

UMBU DAN PUISI INDONESIA MODERN

31/05/2016 at 15:48 (artikel)

Kompas Minggu, 14 Mei 2006

Oleh F. Rahardi

Di Uzbekistan, ada padang terbuka dan
berdebu
Aneh, aku jadi ingat pada Umbu
   
(Taufiq Ismail, Beri Daku Sumba, 1970)

Siapakah Umbu? Hingga penyair Taufiq Ismail, menyebut nama itu dalam salah satu puisinya? Umbu, nama lengkapnya Umbu Landu Paranggi, adalah sosok misterius. Ia selalu menghindar dari publisitas. Tetapi dialah sumber energi yang sangat berpengaruh terhadap perkembangan puisi Indonesia modern, sejak tahun Baca entri selengkapnya »

Permalink Tinggalkan sebuah Komentar

Analisis Cerpen Sastra Samanasanta karya F Rahardi

09/05/2016 at 12:13 (artikel)

Jumat, 21 November 2014

BAB I
PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang Masalah
Cerpen (cerita pendek) merupakan salah satu karya sastra yang tergolong dalam prosa. Cerita pendek cenderung padat dan langsung pada tujuannya dibandingkan dengan karya-karya sastra lain yang lebih panjang. Hal inilah yang menjadikan cerpen banyak digemari oleh para pembaca. Selain itu, daya tarik sebuah Baca entri selengkapnya »

Permalink Tinggalkan sebuah Komentar

PERANGKAP TIKUS DAN SIKLUS KEHIDUPAN DALAM PUISI GOENAWAN MOHAMAD

05/05/2015 at 13:05 (artikel)

Makalah Diskusi Bincang Tokoh # 5 – 2011

Oleh F. Rahardi

Menandai HUT ke 70 Penyair Goenawan Mohamad, 29 Juli 2011; telah terbit dua judul kumpulan puisi: Tujuh Puluh Puisi, dan Don Quixote (Tempo/PT Grafiti Pers 2011). Dewan Kesenian Jakarta, minta saya mengulas puisi Goenawan Mohamad dalam dua buku kumpulan tersebut, untuk acara diskusi Bincang Tokoh # 5 di Taman Ismail Marzuki, 23 September 2011.

Sebagai penyair, Goenawan Mohamad baru akan terdorong untuk menulis puisi, apabila ia bersentuhan dengan hal-hal yang sangat beragam, yang tidak bisa cepat ditangkap oleh masyarakat awam, Baca entri selengkapnya »

Permalink Tinggalkan sebuah Komentar

DOKTORANDUS TIKUS 1, TITEL UNTUK PARA KORUPTOR

27/04/2015 at 13:45 (artikel)

Oleh Moh. Qowiyuddin Shofi[1]

“Sebuah puisi di dalamnya merupakan
rekaman dan interprestasi pengalaman manusia yang penting
digubah menjadi wujud yang paling berkesan.”
( Pradopo, 1987:7[2] )

Pernyataan di atas nampaknya tidak jauh beda dengan pernyataan yang selalu dilontarkan oleh beberapa orang, seperti beberapa dosen sastra saya yang saya tanyai mengenai bagaimana cara kita memahami sebuah karya sastra. ‘Karya sastra lahir tanpa Baca entri selengkapnya »

Permalink Tinggalkan sebuah Komentar

APRESIASI PUISI F.RAHARDI

08/04/2015 at 13:16 (artikel)

Cerita dan Karya
Friday, October 10, 2014
APRESIASI PUISI F.RAHARDI

APRESIASI PUISI
Agis Amalia Wibawaty

PUISI SEBAGAI SALAH SATU KARYA SASTRA

1.  PENGERTIAN PUISI

Herman J. Waluyo mendefinisikan bahwa puisi adalah bentuk karya sastra yang mengungkapkan pikiran dan perasaan penyair secara imajinatif dan disusun dengan mengonsentrasikan semua kekuatan bahasa dengan pengonsentrasian struktur fisik dan struktur batinnya.
Aristoteles, Puisi adalah fragmen yang ada pada penyair yang menggambarkan tiga genre puisi adalah epik, komik, yang tragis dan Baca entri selengkapnya »

Permalink Tinggalkan sebuah Komentar

BUNUH DIRI MEMANG ENAK DAN PERLU

17/06/2014 at 13:55 (artikel)

Makalah untuk diskusi Bale Sastra Kecapi “Sastra dan Bunuh Diri”
Cemara 6 Galeri, Jumat, 23 Januari 2009 pukul 15.00-18.00 WIB

F. Rahardi

1.  Bunuh diri adalah anugerah Ilahi

Allah menciptakan banyak misteri. Salah satunya misteri kematian. Manusia tidak pernah tahu, kapan ia akan mati, di mana, dan dengan cara apa. Kecuali mereka yang telah mencapai tahap Kewalian seperti Gus Miek Baca entri selengkapnya »

Permalink Tinggalkan sebuah Komentar

Linus Suryadi Sebagai Korban Kultur Jawa

03/03/2014 at 13:54 (artikel)

Oleh F. Rahardi

Penyair Linus Suryadi AG (3 Maret 1951- 30 Juli 1999) dalam karya maupun hidup sehari-hari adalah khas stereotip Jawa. Senang perkutut, punya banyak keris tapi takut berkelahi apalagi membunuh. Doyan tongseng kambing meskipun darahnya tinggi dan selalu nrimo. Kepenyairannya dimulai dari tahun 1971. Saat itu Yogya sedang diperintah oleh “Presiden Malioboro” Umbu Landu Paranggi. Dia ini penyair Sumba yang bermukim di Yogya dan mengasuh Persada Studi Klub, lembar sastra Baca entri selengkapnya »

Permalink Tinggalkan sebuah Komentar

Dunia Roh

07/10/2013 at 13:41 (artikel)

Sejak usia balita, saya sudah sering diajak nonton wayang oleh nenek saya. Biasanya dalam cerita-cerita Mahabarata atau Ramayana itu ada tokoh penting yang mati. Pada saat itulah, ki dalang melukiskan adanya roh atau sukma dari tokoh wayang itu yang meninggalkan badannya lalu terbang ke atas. Dalam pelajaran agama, bruder atau bu guru juga menceritakan hal ini. Menurut bruder, kalau orang berdosa mati, roh atau sukmanya akan dijemput setan dan dibawa ke neraka. Kalau orangnya suci, roh itu akan naik ke surga. Kalau berdosa tapi Baca entri selengkapnya »

Permalink Tinggalkan sebuah Komentar

Natal dan Pesta-pesta

07/10/2013 at 13:34 (artikel)

Bagi saya, Natal tak ada bedanya dengan hari-hari biasa. Yang agak lain hanyalah di gereja, siswa-siswa SGB, yang kami sebut sebagai Pak Guru Bantu atau Pak Guru Magang, sibuk membuat gua di altar kanan gereja. Gua itu terbuat dari kerangka kayu. Tingginya sekitar 4 meter dari lantai gereja. Kerangka kayu itu dikerudungi kertas semen yang telah diberi warna dengan cat air hingga mirip batu. Cara mengerudunginya juga dibuat gundukan-gundukan mirip batu Baca entri selengkapnya »

Permalink Tinggalkan sebuah Komentar

Next page »