APAKAH YANG AKAN DILAKUKAN OLEH SEORANG LAKI-LAKI BILA BERTEMU DENGAN SEORANG WANITA

13/12/2016 at 11:25 (puisi)

Kalau laki-laki itu seorang anak
dan perempuan itu ibunya
maka anak itu mungkin akan sungkem
sampai jidatnya menyentuh jempol kaki
ini sekadar sopan-santun dan bukannya
untuk melongok surga
yang konon terletak di telapak kaki ibu

Bagaimana kalau laki-laki itu Yesus
dan perempuannya Maria Magdalena
laki-laki itu akan bilang Baca entri selengkapnya »

Iklan

Permalink 1 Komentar

NASIHAT NENEK PADA CUCU LAKI-LAKINYA YANG SEDANG PATAH HATI

28/11/2016 at 16:57 (puisi)

Seorang Nenek yang sendirian
memberikan nasihat pada Cucunya
yang sedang patah hati dan
tidur tengkurap di bangku kayu
di halaman rumah

Nenek itu sudah tua
dia berkonde dan berkebaya
melantunkan nasihatnya sambil
menyapu daun-daun jambu yang Baca entri selengkapnya »

Permalink Tinggalkan sebuah Komentar

KONDOM PART II

21/11/2016 at 15:14 (puisi)

Sajak KONDOM PART I saya tulis tahun 1985 dan dimuat di Buku Catatan Harian Sang Koruptor hal. 48 (Penyair)

Seorang gadis
dan seorang perjaka
berada di dalam kamar
ada meja belajar
ada buku-buku
bollpen
walkman
komik
majalah
dan lampu listrik 220 volt
menyala dengan terang benderang

Hari sudah mulai malam
perjaka bertanya
“Lu pernah lihat kondom nggak?”
si gadis menjawab Baca entri selengkapnya »

Permalink Tinggalkan sebuah Komentar

RADEN RORO MERDEKAWATI

15/11/2016 at 12:56 (puisi)

Raden Roro Merdekawati
dilahirkan pada tanggal 17
bulan delapan tahun 1945
pas pada saat Bung Karno
dan Bung Hatta membacakan
teks proklamasi

“Jadi kalau tanggal 17 Agustus
orang kumpul-kumpul
mengibarkan bendera
dan menyanyikan Indonesia Raya Baca entri selengkapnya »

Permalink Tinggalkan sebuah Komentar

MENIKUSKAN TIKUS

10/11/2016 at 13:00 (puisi)

Berasal dari cerpen Menikuskan Tikus (Horison XIV/424)

Kalau tikus sudah tidak seperti tikus lagi
apa jadinya dengan manusia?
kalau tikus-tikus sudah tidak seperti tikus lagi
sudah menjadi jinak
sudah mau dielus-elus
dimasukkan ke dalam celana kolor Baca entri selengkapnya »

Permalink Tinggalkan sebuah Komentar

DI LADANG – LADANG TEBU

01/11/2016 at 12:16 (puisi)

Di ladang-ladang tebu golok bermain dengan
golok dan angin kadang-kadang menceraiberaikan
rambut yang tak terlindungi topi
Agustus mungkin September atau
burung-burung yang lari ke utara sambil
meneteskan tinjanya itu
atau apa lagi yang harus ditebas dengan
golok yang sudah berhari-hari diasah Baca entri selengkapnya »

Permalink Tinggalkan sebuah Komentar

JAKARTA HUJAN JAM 00.00

25/10/2016 at 12:25 (puisi)

Dinginku dan dinginmu dan
menggigilnya angsana dan mahoni
sedangkan taman-taman menetes
dan mengalir ke mana burungku
dan burungmu yang pagi-pagi berkicau

sekarang cuma bangku beton
rumput-rumput berkilau jarum
ribuan jarum runcing dan
emas di bawah lampu sangat tinggi Baca entri selengkapnya »

Permalink Tinggalkan sebuah Komentar

MIMPI SEORANG TUKANG SAYUR

17/10/2016 at 13:26 (puisi)

Seorang tukang sayur mimpi
dikejar-kejar panser
rasa takut dan beban yang sangat berat
telah menindih pundak
dan punggungnya hingga dia sulit sekali
bernapas

Hari itu gaduh
dalam mimpi berdurasi 120 detik
itu cuaca panas dingin
udara meneteskan keringat dan doa-doa
dipanjatkan oleh siapa saja di mana saja

Hari itu benar-benar gaduh
ada banyak debu banyak asap
banyak kaca-kaca pecah Baca entri selengkapnya »

Permalink Tinggalkan sebuah Komentar

IMPIAN POHON

10/10/2016 at 12:30 (puisi)

mimpiku gergaji
kata meranti pada ulin
mimpiku triplek selalu triplek
kata mahoni sambil merontokkan
daunnya hingga beterbangan ke mana-mana

mimpiku kapak dan parang
mimpiku selalu terpotong-potong
jadi kaso jadi kusen jadi reng
aku siap dipaku dan dipalu dan digusur Baca entri selengkapnya »

Permalink Tinggalkan sebuah Komentar

SELUSIN DARA LUMBA-LUMBA DI TELUK PERSIA

27/09/2016 at 12:16 (puisi)

Selusin dara lumba-lumba telanjang bulat
dan berenang-renang di perairan Teluk Persia
mereka masih sangat muda
sehat
mulus dan sexy

“Wahai lumba-lumba jantan perkasa
kawinilah kami, satu per satu
atau ramai-ramai juga boleh”.

Selusin dara lumba-lumba itu mendongakkan
moncongnya, menghirup udara
dan menyanyi bersama-sama

“Kami sudah cukup dewasa dan siap
untuk bunting dan melahirkan bayi lumba-lumba
agar dapat leluasa Baca entri selengkapnya »

Permalink Tinggalkan sebuah Komentar

Next page »