236


Two Mi Nem
(Toe Mien Nem)

Dialah ibunda Tuhan yang sangat dihormati oleh orang Kristen, namanya “Maria”, titik. Dia memang dipersiapkan dari atas sana untuk mengandung bayi ajaib yang asalnya dari Roh Allah. Dia belum pernah bersetubuh dengan orang lantaran hamilnya memang asli dari Roh Suci. Tapi calon suaminya bernama Yusup dan tukang kayu itu mana bisa tahu? Sebab pikirannya sederhana dan jujur, timbullah niatnya untuk diam-diam meninggalkan Maria bakal isterinya yang dikiranya “nyabo” itu. Baru saja dia memberes-bereskan pakaian dan alat-alat tukangnya, datanglah malaikat Tuhan yang memang biasa dinas luar, namanya Jibril. Tapi apa lacur. Yusup yang selamanya memang belum pernah terlibat urusan dengan yang “gaib-gaib” ini kontan jadi keder demi melihat sosok malaikat yang mencorong bagai lampu sorot. Untung saja malaikat yang datang tidak begitu ugal-ugalan hingga dengan cepat menjelaskan maksud kedatangannya, begini:

“Hai Yusup, aku ini malaikat Tuhan adanya, Anda jangan takut atau keder. Adapun kedatanganku kemari ini membawa warta dari surga yang isinya Anda tak usah meninggalkan calon isteri Anda. Ketahuilah bahwasanya kebuntingannya itu bukan disebabkan dia demen nyabo, tapi lantaran Roh Suci telah berkenan turun dan menerobos masuk ke dalam rahimnya. Nantinya bakal lahir bayi laki-laki dan berilah nama Yesus. Dia ini bakalan jadi Nabi!”

Sori, kata-kata malaikat itu tadi memang tidak begitu tepat seperti yang terdapat dalam kitab suci. Itu memang disengaja demi kepentingan umum. Yusup demi mendengar penjelasan dari malaikat itu legalah hatinya. Dan beberapa bulan kemudian lahirlah Yesus di kandang hewan di kota Betlehem, tepat hari Natal tahun satu.

Jadi kira-kira ya hampir dua ribu tahun yang silam. Sampai dengan saat ini orang Kristen merayakan hari kelahiran Yesus itu dengan baju baru dan pesta-pesta yang meriah. Ini bisa dimaklumi sebab mereka percaya bahwa dianya itu memang “Putera Tuhan yang Tunggal”, Sementara orang Islam menyebutnya sebagai Nabi Isa, orang-orang Abangan atau yang sudah murtad seperti saya ini, cuma menganggapnya sebagai orang “top” begitu saja!

“Di negaraku yang sedang giat-giatnya membangun ini orang Kristen tetap memuliakan ibunda Yesus yang disebutnya “Maria” malahan orang Katolik begitu getolnya memanggil Perawan Suci atau Ibunda Tuhan. Kondektur PPD Blok M Lapangan Banteng lewat Harmoni tetap saja masih setia menyebut Santa Maria. Orang yang sembahyang di Mesjid bilang Maryam, tapi nama sebenarnya adalah 236, Two Mi Nem atau Toeminem, asli dari Ambarawa, besar di Ambarawa tapi setelah punya anak hijrah ke Jakarta dan jualan kue Baskom. Hina memang, tapi mulia di mata Tuhan.

Ada beberapa pengaco yang protes bahwasannya sungguh tidak relevan menghubung-hubungkan nama Toeminem dengan Maria yang Perawan Suci itu. Alasan mereka memang masuk akal meskipun mustahil untuk bisa masuk perut. Aku tentunya segera memberikan sekedar penjelasan seperti halnya dahulu malaikat Tuhan itu memberi penjelasan pada Yusup yang salah paham. Kuberitahukan pada para pengaco yang sebenarnya masih ada hubungan famili itu bahwa semua keterangan tadi bisa dipertanggungjawabkan secara ilmiah. Menurut para cerdik pandai yang tahu duduk persoalannya, dulu-dulunya Toeminem ini Abangan juga. Artinya, dia sama sekali tidak punya agama dan juga tidak ikut salah satu dari ratusan aliran kepercayaan yang terdapat di negeri ini. Hal ini memang sesuai dengan didikan yang diberikan oleh orang tuanya yang juga Abangan. Tapi pada umur enambelas tahun ketika dia sudah mulai kenal cinta dan pacaran dengan seorang guru SD yang Katolik, mulailah timbul niatnya untuk mendaftarkan diri sebagai orang Katolik juga supaya nantinya tidak repot kalau mau kawin. Pacar Toeminem yang namanya Slamet tentunya senang betul dan kontan memberi respon.

“Tapi caranya bagaimana sih Mas,” tanya Toeminem pada suatu senja sambil rangkul-rangkulan di halaman. Slamet menjelaskan.
“Ya ikut pelajaran agama, mau nggak?”
“Mau saja, tapi caranya?”

Mendaftarkan pada Pastur di Pasturan, lalu aktif tiap sore ikut pelajaran agama, nanti kalau sudah ngelotok semua baru bisa dibabtis, jadi tidak sederhana prosesnya”.

“Baiklah, aku nurut saja!”

Dan mulailah Toeminem diberi pelajaran agama oleh Pastur. Mula-mula diajar tentang doa Bapa-Kami. Doa ini penting, kata pastur menjelaskan. Doa ini merupakan dasar dari doa-doa lain yang lebih sulit, Toeminem yang sedikit-sedikit sudah pernah diajari pacarnya itu usul : Kalau dengan doa Tanda Salib, penting mana ya? Lo, ya penting Tanda Salib, sebab itu lebih dasar lagi dari Bapa Kami. Selang beberapa bulan kemudian setelah Toeminem hafal doa Bapa Kami dan “Kredo” mulailah dia diajar Torat dan Injil. Toeminem senang sekali mendengar tentang Nabi Musa yang membelah laut Merah dan Yesus yang mencuil-cuil roti jadi banyak sekali. Setelah diuji dan lulus, mulailah ditentukan hari baik untuk melakukan pembabtisan.

Untuk itu nama baptis harus dicari yang sip. Begitu pikir Toeminem dari rumah. Tapi Slamet pacarnya tidak begitu setuju. Sip tidak sip, yang penting punya nama baptis. Ya, tapi kalau sembarangan pilihnya, nanti bisa tidak klop. Lalu kau pilih apa? Toeminem diam sebab memang belum dapat pilihan yang sreg. Setelah membolak-balik daftar nama orang suci, bulatlah tekadnya untuk memilih nama Agnes sebagai nama baptisnya.

“Bagus kan?” Tanyanya pada sang pacar. Sang pacar nyengir.
“Agnes?”
“Iya. Temanku ada yang namanya Agnes Wulandari, oragnya cakep lo”.
“Ya, tapi kan Agnes Wulandari, kalau Agnes Toeminem? Pokoknya janganlah, jangan. Sekarang kita serahkan saja soal nama ini pada Paduka Pastur yang tentunya lebih ahli”.
“Baik, kalau begitu aku nurut saja”.

Pastur menetapkan nama Maria tanpa embel-embel yang lain, Slamet terkejut, Lo, itu kan Bunda Allah? Jangan saja ah! Tidak apa-apa nama itu kan bagus. Baiklah kalau begitu, tapi anaknya sendiri apakah setuju? Toeminem menganguk, lalu disiram air oleh Romo Pastur dengan diiringi doa-doa yang keramat. Dia diberi berkah yang suci dan disuruh berdoa agar dosa asalnya benar-benar lebur. Pastur itu lalu berkisah bahwa setiap manusia yang dilahirkan di bumi ini dari sononya sudah dibekali dengan dosa yang memang sudah merupakan warisan turun-temurun dari Adam yang makan buah Kuldi. Supaya dosa asal itu sirna, orang musti dibabtis. jadi babtis itu memang penting adanya.

Sejak saat itu Toeminem tidak mau lagi kalau dipanggil “Nem” begitu. Karena dosa asalnya sudah dilebur, dia harus dipanggil “Mar” singkatn dari Maria. Agar lebih resmi kartu penduduknya dia rombak. Tak apa keluar limaratus rupiah pada Pak Carik untuk keperluan yang memang sangat penting ini. Beberapa orang masih saja sering keliru memanggil dengan panggilan “Nem”, tapi sang pacar toh sudah tidak pernah keliru lagi. Dia senantiasa memanggil dengan panggilan mesra : Dik mar. Hari berganti hari minggu berganti minggu, sampailah akhirnya hari perkawinan Toeminem dengan Slamet. Beberapa hari menjelang pernikahan mereka, tersiarlah desas-desus bahwa Toeminem telah hamil. Orang banyak tahunya yang manghamili ya jelas Slamet pacarnya, tapi Slamet sendiri kaget setengah mati sebab selamanya dia memang belum pernah melakukan begitu. Kalau cuma pegang-pegang sih memang, tapi yang satu ini sungguh mati belum pernah. Karena dia memang jujur dan tulus, timbullah niatnya untuk menyingkir. Pada suatu malam dia menyiapkan kopornya untuk hengkang ke Jakarta cari kerjaan sambil melarikan diri dari kenyataan. Pada malam dia berkemas tak ada malaikat Tuhan datang. Malam sepi-sepi saja hingga paginya Slamet betul-betul berangkat. Maria, yang harapannya hancur, meraung-raung. Tak ada seorang pun mau percaya bahwa hamilnya itu berasal dari Roh Allah. Slamet yang berada dalam kereta api cepat, mengumpat : Dasar “lonte”, bajingan! Lalu dia pesan kopi susu satu gelas untuk menghangatkan perut yang dingin. ***

Sumber : Buku Kentrung Itelile, Penerbit Puspa Swara Tahun 1993

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: