ARTI SEBUAH POHON


Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia

pohon adalah tumbuhan yang berbatang keras dan

besar

misalnya pohon asam, pohon mangga

menurut kamus itu

pohon bisa juga berarti pokok kayu

Tapi menurut Pak De Wongso

petani utun dari Gunung Kidul

pohon itu kalau sudah tua

besar dan rimbun

hanya akan menjadi sarang hantu

setan, jin, peri dan gendruwo

paling tidak di pohon-pohon besar itu

sering terlihat ulat, kalajengking dan burung hantu

Maka sebelum menjadi rimbun dan besar

lebih baik pohon-pohon ditebang

dipotong-potong

dibelah, dijemur

diikat

lalu dipikul ke pasar

ditukar tempe

minyak tanah dan ikan asin

Sepulang dari pasar

dalam suasana perut kenyang

biasanya Pak De Wongso lupa menanam pohon baru

Pak Lurah juga tak sempat mencatat

berapa dalam sebulan pohon ditanam

berapa dalam sebulan pohon ditebang

berapa yang mati disambar petir

berapa yang tumbang diterjang banjir

dan angin dan tanah longsor

berapa yang hilang ketika

lereng bukit itu terbakar

tak pernah Pak Lurah sempat mencatat

Jangankan Pak Lurah

jangankan Pak Camat

Bupati

Menteri

Presiden

komputer canggih

Biro Pusat Statistik pun

selalu alpa bikin catatan

hingga sampai sekarang tak pernah ketahuan

berapa sudah ditanam

berapa sudah ditebang

ini yang sering bikin pusing

para pakar dan pendekar

lingkungan

Tapi sopir-sopir truk

tak pernah punya masalah dengan pohon

itu kan cuma toilet anjing

sama dengan tiang listrik

sama dengan tembok jembatan

semua bisa jadi rem ketiga

manakala rem kaki dan rem tangan

tak sempat digunakan

Kecuali pohon beringin lo

yang satu ini

mana ada yang berani mengganggu

bukan lantaran angker

tapi karena orang Indonesia

sudah sepakat memasangnya

di perisai Garuda Pancasila

Tapi yang selama ini

sangat berkepentingan dengan pohon

sangat prihatin manakala pohon-pohon ditebang

justru orang India

Kalau pohon-pohon bertumbangan

kalau hutan-hutan jadi gersang

taman-taman kota gundul

mana mungkin pasangan bintang film mereka

bisa leluasa lari-lari

berkejaran

nyanyi-nyanyi

menari-nari

memeluk-meluk pohon

lalu : ciluk ba!

Pak De Wongso dan istrinya

dan saudara-saudaranya

dan anak-anaknya

dan mertuanya

dan tetangganya

semua senang sekali dengan

adegan ciluk ba

di pohon-pohon itu

lalu ketika sebuah film India

diputar di gedung bioskop di kota Wonosari

entah berapa pohon waru

entah berapa pohon sengon

yang ditebang, yang dipotong-potong

dibelah, dijemur

diikat dan dijual ke pasar

Setelah film selesai

Pak De Wongso dan keluarganya terhibur

melewati jalan setapak

dengan dituntun lampu senter

dalam suasana ngantuk

mereka pulang dan tidur

lalu paginya

tak seorang pun ingat

menanam pohon baru.

***

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: