DOA-DOA DESEMBER


kita lihat diri kita : gelap
kita kecap diri kita : pahit
kita adalah bayangan-bayangan gelap dan pahit
kita menulis, kita menangis
kita tertawa, kita berdoa
: ya tuhan

mengapa kau tak mau turun untuk
                        minum-minum
bersama kami di kantin ini
agar kita bisa bicara
agar kami punya kepastian-kepastian
di sini.

1969

2 Komentar

  1. anggono said,

    saya demen kalimat terakhirnya “…agar kami punya kepastian-kepastian di sini…”

  2. Lembayung said,

    halo mas Rahardi. Saya suka puisi ini. dalam dan dekat…..pergulatan sehari-hari…… mengajak Yang Di Atas untuk turun…ke bumi…:)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: