KONTOL KAMBING


di warung sop dan sate kambing
di Jalan Kendal Jakarta
kontol kambing itu sudah dikupas bersih
digandeng-gandeng, diikat tali rafia
lalu digantung seperti sedompol buah apel

agar lebih sopan
kontol-kontol kambing itu lalu disebut torpedo
maklum, para petinggi, para priyayi bahkan
alim ulama
sering berbondong-bondong kemari
menyeruput es kopyor
menyedot keretek
dan menunggu
torpedo itu dicacah
dicincang, dipanggang, diguyur kecap,
dilumur cabe
disiram merica
lalu ditenggelamkan dalam genangan
minyak samin
genangan liur dan keringat

(genangan darah itu tak ada di sini
sebab kontol kambing ini dibetot di kawasan
Cakung sana
tanpa seizin pemiliknya
yang sudah tergeletak
tanpa bisa lagi mengembik atau protes keras
sebab lehernya sudah menga-nga digorok golok).

Jakarta, 1989

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: