L I N G G I S


maling mencintai linggis
sejak pandangan mata yang pertama
dia memang ramping, kuat, keras dan runcing
warnanya hitam manis dan selalu berkilat
manakala
bintang-bintang
menyorotnya dengan sinar syahdu

maling biasa menggenggam linggis
dengan kencang
lalu memeluk dan menyelimutinya
dengan sehelai kain sarung
biar tetap hangat dan tajam

maling memang sangat mencintai linggis
maling sangat memerlukan tenaganya
untuk menusuk pos kamling
untuk menggebuk hansip
untuk mencolek pipi polisi
untuk membongkar jendela membongkar
lemari
tapi yang paling penting adalah
untuk menenteramkan batinnya

dengan menggenggam linggis
batin para maling bisa rileks dan tenang
dialah tablet ajaib yang bisa menghangatkan
nyali para maling
mengobarkan gairah dan memberikan
jalan terang
untuk menghindar dari sorot lampu senter
dialah nyawa kedua para maling

rasa terimakasih senantiasa dipanjatkan
para maling
kehadiran pandai besi
yang telah berkeringat memijarkan lonjoran
logam hitam
lalu menempanya, lalu menggosoknya dengan
gerinda
sampai jadi linggis yang manis

para maling memang sungguh sangat
mencintainya
logam ramping dan kokoh
serbaguna dan tahan lama
dialah jimat abadi para maling
hari kesaktiannya senantiasa diperingati
dengan khidmat tiap malam jum’at kliwon
disiapkannya tumpeng dengan lauk ikan mas
mawar tujuh kuntum, melati duabelas kuntum
kenanga segenggam, dan kemenyan diletakkan
di atas bara
asapnya melingkar-lingkar menyebar hawa
harum yang keramat
menghangatkan hari kesaktian linggis
di malam jum’at kliwon.
Jakarta, 1988

***

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: