SILSILAH GARONG


bahwasanya menurut kitab-kitab wasiat
yang telah resmi dikeramatkan itu
maka sesungguhnyalah kau ini
masih turunan tuhan sendiri
darah surgawi yang murni
tataplah di cermin
matamu yang juling rambutmu yang gimbal
hai putera agung
kutulis silsilah ini demi untuk kau

bahwasanya telah terbaca di sana
bapamu yang mula-mula adalah adam
yang dilepas dari kerangkeng tapi
dibiarkan terlantar di luar kandang
maka dihamilinyalah bininya
dan dipakailah dia sebagai contoh
bagi anak beranaknya
kawin dan berkembangbiak
miskin tapi terus-terusan beranak
ribuan tahun turun-temurun
hingga menjadi kau lelaki cokelat
barambut gelap
dan matamu yang juling melirik ke surga
wah sombongnya
kau sebut diriku garong
apa gerangan makna kata-kata itu
dari bahasa apa asal-usulnya
bagaimana urut-urutannya
tuhan yang baik
mestinya dari kau juga semua

bahwasanya apabila berkenan di benak beliau
coba-cobalah kita telusuri riwayat itu
peristiwa-peristiwa penting yang telah
mengakibatkan seluruh umat terjerumus
ke dalam nista yang aib
konon adamlah biang keladinya
bahwasanya dia
sebagaimana halnya seorang bapa yang arif
sungguh memalukan apabila
sampai tergoda oleh si iblis
setan jahat itu
hingga dengan lahapnya dia santap buah segala buah
buah keramat
lambang nikmat surgawi
sejak itulah maka hakmu tuun-temurun 
buat menghuni firdaus terhapus
bukan salahnya tuhan bukan salahnya setan
bapa keparat itulah sumber segala kutuk
asal-muasal nasib yang sial
jadi jangan kau bantai putera tuhan
jadi jangan kau sumpahi iblis dan setan
garong yang gondrong
camkanlah

bahwasanya selain turunan tuhan
darah surgawi
kau pun ahli waris seorang raja
inilah urut-urutannya
raja dan permaisurinya memperanakkan tabib
tabib serta bininya memperanakkan pastor
pastor karena tidak beristri
berzina dengan babunya
lalu memperanakkan jenderal
jenderal dengan selir-selirnya memperanakkan lonte
dan lonte karena mandul
tidak memperanakkan apa-apa
tapi bukan berarti darahmu putus
sebab dia mengangkat anak
dan anaknya memperanakkan cucu
lalu cucunya mencari mantu
dan mantunya mempercucukan cucu
cucu, cucu, cucu,
maka lahirlah kau
dari raja sampai cucu-cucunya pas benar tujuh turunan
angka keramat
konon beliau-beliaulah manusia yang bermartabat
dan dengan gigihnya telah membangun negeri ini
menjadi surga tiruan

bahwasanya maaf
aku pun heran bukan buatan
sebab tiada satu pun di antara moyang-moyangmu itu
selain adam yang berhati rapuh
dan tergiur bujukan setan
mengapa justru kau turunan yang penghabisan
darah surgawi
mengulangi kerakusan adam
sadarlah
umurmu yang singkat hidupmu yang melarat
mestinya kau abdikan pada keyakinan
bunuhlah nafsu setan
bunuhlah

bahwasanya kau walaupun hina dan dina
tidak bertitel tidak berpangkat
tidak berkemaluan tidak berkendaraan
tapi ingatlah darah surgawi mengalir di kelenjarmu
kau resmi turunan tuhan
sayang seribu sayang
kau lumuri dadamu dengan lumpur neraka
garong celaka nasibmu sudah kasep
tak tertolong lagi

bahwasanya susu hitam yang kau sedot
semasa kau masih bernama bayi
lalu jagung yang kau brakot
selama kau dibawa ngungsi
adalah keringat yang murni
ayah bundamu bukan priyayi
tapi sungguh mati
belum pernah mereka mimpi
bahwa puteranya bakal menjadi garong
penggedor regol neraka
hai pastor yang arif
tolong siapkanlah kurban besar-besaran
guna memohonkan ampun
kalau-kalau tuhan berkenan
lalu dibatalkan semua
bebas, bebas
bahwasanya bedil yang kau ciptakan
untuk membunuhi itu
begitu ampuh khasiatnya
adakah tuhan setuju
mungkinkah adam berkenan
jangan-jangan yesus mengijinkan
mengapa kau bawa-bawa kemaluanmu itu
pada kurban gereja
garong celaka
mau kau todongkah maria
perawan keramat dengan pestolmu itu

bahwasanya kau memang bukan turunan kambing
yang mengembik dan makan daun-daunan
daun nangka, daun salam, daun durian
daun pepaya yang pahit pun
kau kunyah-kunyah
aduh rakusnya
kau toh bukan turunan tikus
mengendap di lorong gelap
kertas-kertas kau cacah
serbet-serbet kau cacah
dompet-dompet kau cacah
maaf mas garong kali ini kau keliru
dompetku tidak setebal juragan lengkeng
nyawaku lebih berharga seekor ayam
sadarlah kau masih turunan tuhan
jadi bukan tandingku
martabatmu bakal turun sepuluh meter
apabila nekad menodongku
maaf-maaf
jangan-jangan nanti menyesal

bahwasanya telah terbaca dalam al kitab
tiada satu juapun leluhurmu
yang gondrong rambutnya
moyang-moyangmu turun temurun
telah sepakat merontokkan ubannya
sebab memang lebih praktis gundulan
ubun-ubun yang botak dibungkus sorban
lihatlah para kiai
contohlah puluhan nabi
dan tentara-tentara pun pantang rambut yang panjang
garong yang gondrong
turunan tuhan yang murtad
cukurlah dan ganti sandalmu dengan sepatu
maka beliau-beliau bakal berkenan
mengajakmu main domino
dan ngobrol semalam-malaman
nah,
kalau esoknya mereka ngantuk
bukan salahmu bukan salahnya
todonglah kuburan adam
sumber segala kutukan

bahwasanya dalam al kitab telah tersurat
mengenai beliau-beliau yang mulia
dan kau yang hina-dina
pada galibnya masih saudara seibu sebapa
sedarah dan seketurunan langsung dari tuhan
tapi mengapa beliau yang jadi priyayi
tapi mengapa beliau yang pakai titel
memandangmu seperti sambel
terasi dan lombok yang jorok
gerangan apa sebabnya
garong yang gondrong
tempatmu di kolong kuali
todonglah
tapi jangan sampai kualinya pecah
awas

bahwasanya setelah membaca segala kitab
kitab keramat kitab wasiat
garong yang gondrong
kau masih ponakan raja

bahwasanya sesudah diproses surat-menyurat
surat lamaran surat keterangan
garong yang gondrong
ternyata kau masih adik presiden

bahwasanya setelah diteliti bukti-buktinya
diperiksa saksi-saksinya
garong yang gondrong
sesungguhnyalah kau masih tetangga pastor

bahwasanya setelah ditimbang-timbang
ditimang-timang dielus-elus
garong yang gondrong
kau bukan turunan marmut

bahwasanya setelah, setelah, setelah,
garong yang gondrong
kau bukan
bukan, bukan, bukan !

1974.

1 Komentar

  1. wisokresno said,

    mas rahardi, bertahun2 saya mencari blog anda nggak pernah dapet, sampe saya lupa. saya penggila berat anda, buku silsilah garong dulu waktu kuliah di semarang menjadi handbook saya, sinis, dingin dan membuat saya tergelak-gelak sambil jalan,
    bagi saya, anda tetep kecap nomor satu ha ha ha ………
    salam kenal mas, tolong jangan ditimbang, apalgi diukur punya saya ya … ha ha ha

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: